Atasi Kendala Geografis Wilayah 3T, BPJS Kesehatan Luncurkan Layanan Ujung Negeri Serentak di 558 Titik

ALTUMNEWS.Com, JAKARTA — Saat ini, BPJS Kesehatan berkomitmen penuh menghadirkan akses layanan jaminan kesehatan yang merata bagi seluruh penduduk Indonesia. Pihak manajemen meluncurkan program inovatif bernama Layanan Ujung Negeri (LANURI) secara serentak di 558 titik kabupaten dan kota. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk mengatasi keterbatasan akses administrasi bagi masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Selanjutnya, program LANURI mengintegrasikan dua kanal layanan utama demi menjangkau warga di wilayah terpencil. BPJS Kesehatan mengoptimalkan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta menyiagakan armada BPJS Keliling. Integrasi sistem ini melibatkan peran aktif dari 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan di seluruh penjuru tanah air.

Inovasi VIOLA Hubungkan Peserta dan Petugas Lewat Video Conference

Mengenai hal itu, kanal VIOLA menawarkan kemudahan pengurusan administrasi kepesertaan JKN secara tatap muka daring. Masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan petugas secara real time melalui fasilitas video conference. Pihak pengelola menyediakan layanan interaktif tersebut di puskesmas, kantor desa, kecamatan, hingga sekolah-sekolah setempat.

Kemudian, data statistik mencatat total pemanfaatan VIOLA menembus angka 218.729 kunjungan selama Januari hingga Mei 2026. Sebagian besar peserta menggunakan kanal digital ini untuk melakukan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Segmen masyarakat Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) menjadi kelompok yang paling banyak merasakan manfaatnya.

Direksi BPJS Kesehatan Sukses Rampungkan Target Quick Wins 100 Hari Kerja

Tentu saja, tidak semua wilayah di Indonesia siap mengadopsi teknologi digital secara instan. Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjelaskan bahwa keterbatasan jaringan komunikasi data masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, pihaknya tetap menggalakkan layanan jemput bola melalui operasional 179 titik armada BPJS Keliling.

“Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling tersebut merupakan wujud implementasi Layanan Ujung Negeri (LANURI), salah satu dari Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan. Hari ini kita laksanakan LANURI serentak di 558 titik kabupaten/kota se-Indonesia, dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Dari ke-558 titik tersebut, sebanyak 179 titik menyediakan layanan BPJS Keliling, sementara di 379 titik lainnya menghadirkan layanan VIOLA. Harapan kami, LANURI dapat memudahkan akses layanan JKN bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil atau aksesnya terbatas karena kondisi geografis,” ujar Pujo saat peluncuran resmi pada Senin (13/07/2026).

Selain itu, Pujo juga memaparkan capaian program Quick Wins Direksi yang sukses menyentuh angka 91,53 persen. Rangkaian target tersebut mencakup 4 Program Customer Centric serta 4 Program Collaborative yang berjalan secara paralel. Beberapa hasil nyata meliputi program JKN 3T, aplikasi P-Care MBG, hingga sistem intelligence claim untuk eliminasi inefisiensi biaya.

Kementerian Koperasi dan TNI Berikan Dukungan Penuh ke Pelosok Desa

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini. Pihaknya siap menggerakkan infrastruktur internet milik jaringan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah 3T. Kolaborasi kuat ini akan membantu penyediaan titik lokasi peluncuran VIOLA agar semakin dekat dengan rumah warga.

“Kementerian Koperasi menyambut baik kolaborasi ini, mengingat jaringan Koperasi Desa Merah Putih memiliki jaringan yang tersebar hingga ke tingkat desa dan kecamatan di seluruh Indonesia, serta memiliki akses internet untuk mendukung penyelenggaraan VIOLA maupun BPJS Keliling. Kami akan mendorong jajaran pengurus Koperasi di daerah 3T untuk mendukung pelaksanaan LANURI sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat Indonesia,” kata Panel Barus.

Lalu, dukungan serupa juga datang dari jajaran Tentara Nasional Indonesia untuk memperkuat aspek mobilisasi tim medis. Kepala Pusat Kesehatan TNI dr. Hadi Juanda siap mengerahkan fasilitas pangkalan hingga operasional kapal rumah sakit terapung. Pihak militer bahkan melibatkan sekitar 76.000 personel Babinsa guna mengawal kelancaran program kesehatan ini di garda terdepan.***