Rumah Layak Huni Jadi Strategi Pemprov Lampung Tekan Stunting dan Tingkatkan Kualitas SDM

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan pembangunan rumah layak huni sebagai salah satu strategi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang sehat dan didukung layanan dasar dinilai menjadi fondasi penting untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang lebih berkualitas.

Pemprov Lampung terus mendorong pembangunan permukiman yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat penurunan stunting, mengendalikan penyakit menular, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan hal tersebut melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, saat Apel Gabungan di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (3/8/2026).

Pemprov Lampung Dorong Hunian Sehat untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung menegaskan bahwa rumah layak huni bukan sekadar bangunan fisik. Pemerintah melihat hunian sehat sebagai investasi jangka panjang yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas SDM.

Menurutnya, pembangunan permukiman memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Pemerintah menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama melalui berbagai program kesehatan.

Program tersebut mencakup percepatan penurunan angka stunting, eliminasi tuberkulosis (TBC), hingga pengendalian malaria.

“Pemerintah Provinsi Lampung memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pembangunan permukiman berjalan secara terpadu. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah rumah yang dibangun, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat yang menempatinya,” ujar Gubernur.

Enam Aspek Jadi Dasar Pembangunan Permukiman Sehat

Pemprov Lampung menerapkan enam aspek utama dalam membangun permukiman sehat dan berkelanjutan. Aspek tersebut mencakup penyediaan air minum aman, sanitasi layak, pengelolaan air limbah domestik, pengelolaan sampah berkelanjutan, pengurangan kawasan kumuh, serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pemerintah menilai keenam aspek tersebut saling berkaitan. Lingkungan yang memiliki akses air bersih, sanitasi baik, dan pengelolaan sampah yang tepat akan menciptakan masyarakat yang lebih sehat.

Pendekatan terpadu ini membuat pembangunan rumah tidak berhenti pada penyediaan hunian. Pemerintah juga memastikan masyarakat memperoleh lingkungan yang mendukung kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas.

Kolaborasi OPD Perkuat Program Rumah Layak Huni Lampung

Gubernur Lampung meminta seluruh perangkat daerah memperkuat kolaborasi agar program pembangunan permukiman berjalan efektif. Pemerintah meninggalkan pola kerja sektoral dan mengutamakan sinergi antarinstansi.

Bappeda memiliki peran dalam memastikan perencanaan pembangunan berjalan terpadu. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bertugas meningkatkan kualitas rumah, kawasan permukiman, serta infrastruktur dasar.

Sementara itu, Dinas Kesehatan memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif. Dinas Lingkungan Hidup mengoptimalkan pengelolaan sampah dan menjaga kualitas lingkungan.

Pemerintah kabupaten dan kota juga menjadi ujung tombak pelaksanaan program. Mereka berperan dalam pengawasan serta memastikan pembangunan permukiman memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) meningkatkan semangat kolaborasi. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah memberikan pelayanan terbaik untuk mewujudkan masyarakat Lampung yang sehat, sejahtera, dan memiliki kualitas hidup lebih baik.

Melalui pembangunan rumah layak huni dan permukiman berkelanjutan, Pemprov Lampung menargetkan terciptanya lingkungan tempat tinggal yang mampu mendukung kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan SDM di masa depan.***