ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) mencatat kenaikan publikasi ilmiah sebesar 81 persen. Namun, Unila masih menghadapi tantangan dalam memperkuat posisinya di QS World University Rankings (QS WUR) 2026.
Data evaluasi menunjukkan Unila menempati peringkat 701 pada edisi 2026. Posisi ini turun dari peringkat 661 pada edisi 2025. Kondisi tersebut mendorong Unila mengevaluasi kinerja akademik dan strategi peningkatan daya saing global.
Unila membahas evaluasi itu dalam Focus Group Discussion (FGD) QS WUR pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Senat lantai dua Gedung Rektorat Unila.
Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., hadir sebagai narasumber. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi membuka kegiatan tersebut secara resmi.
Publikasi Ilmiah Unila Tumbuh 81 Persen
Data evaluasi Unila edisi 2024 dan 2025 menunjukkan perkembangan positif pada sejumlah indikator akademik.
Jumlah publikasi bersih atau Paper Net meningkat dari 1.566 menjadi 2.835. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 81 persen.
Sitasi ternormalisasi juga tumbuh 23 persen. Indikator tersebut naik dari 4.335 menjadi 5.327.
Unila juga mencatat kemajuan dalam penyerapan lulusan. Persentasenya meningkat dari 67 persen menjadi 83 persen.
Pada aspek internasionalisasi, jumlah mahasiswa asing bertambah dari 24 menjadi 34 orang. Jumlah dosen internasional juga meningkat dari satu menjadi empat orang.
Capaian ini menunjukkan perkembangan produktivitas riset dan internasionalisasi kampus. Meski demikian, Unila perlu memperkuat berbagai indikator secara bersamaan untuk meningkatkan daya saing global.
Nilai QS WUR Naik, Peringkat Unila Turun
Evaluasi QS WUR mencatat kenaikan nilai Unila dari 6,785 pada edisi 2024 menjadi 22,6 pada edisi 2026. Namun, peringkat Unila justru bergeser dari posisi 661 pada 2025 ke posisi 701 pada 2026.
Perbedaan perkembangan nilai dan peringkat ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Unila. Kampus perlu menelaah setiap indikator untuk memahami aspek yang sudah berkembang dan bagian yang masih memerlukan penguatan.
Produktivitas penelitian saja belum cukup untuk memperkuat posisi universitas dalam pemeringkatan global. Unila juga perlu meningkatkan reputasi akademik, memperluas jaringan riset internasional, dan memperkuat hubungan dengan dunia kerja.
Selain itu, kualitas lulusan dan program keberlanjutan turut menjadi perhatian. Unila perlu menyelaraskan seluruh aspek tersebut agar peningkatan kinerja akademik berjalan beriringan dengan daya saing institusi.
Tiga Kelompok Data Menentukan Penilaian QS WUR
Dalam paparannya, Prof. Indra menjelaskan tiga kelompok sumber data dalam penilaian QS WUR. Kelompok Survey memiliki bobot 45 persen, Public sebesar 30 persen, dan Submitted sebesar 25 persen.
Ketiga kelompok tersebut mencakup berbagai indikator penting. Penilaian meliputi reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, publikasi, dan sitasi ilmiah.
QS WUR juga memperhatikan jaringan riset internasional, penyerapan lulusan, jumlah mahasiswa dan dosen, serta aspek keberlanjutan.
Komposisi tersebut menjadi acuan bagi Unila dalam menyusun strategi peningkatan kinerja. Kampus perlu memperkuat kualitas penelitian sekaligus membangun reputasi akademik dan memperluas kemitraan global.
Enam Fokus Unila untuk Memperkuat Daya Saing Global
FGD QS WUR mengidentifikasi enam fokus penguatan kinerja Unila.
Pertama, Unila perlu meningkatkan reputasi akademik di tingkat internasional. Kedua, kampus perlu memperkuat kualitas publikasi dan sitasi ilmiah.
Ketiga, Unila perlu memperluas kolaborasi riset dengan perguruan tinggi dan peneliti luar negeri. Keempat, kampus perlu meningkatkan internasionalisasi melalui keterlibatan mahasiswa dan dosen internasional.
Kelima, Unila perlu memperkuat penyerapan lulusan agar pendidikan semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Keenam, kampus perlu mengembangkan program keberlanjutan yang mencakup lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Keenam fokus tersebut dapat menjadi dasar bagi Unila untuk menentukan prioritas perbaikan. Kampus juga perlu memantau perkembangan setiap indikator secara berkala agar strategi yang disusun menghasilkan kemajuan terukur.
Unila Perkuat Strategi Menuju Persaingan Global
Melalui FGD ini, Unila mengevaluasi capaian sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih membutuhkan perbaikan. Hasil diskusi diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan kinerja institusi.
Unila menargetkan penguatan kualitas akademik, perluasan jejaring internasional, dan peningkatan daya saing global melalui upaya berkelanjutan.
Kenaikan publikasi ilmiah sebesar 81 persen menjadi salah satu modal penting. Namun, Unila tetap perlu mengoptimalkan seluruh indikator agar kemajuan akademik dapat mendukung penguatan posisi dalam pemeringkatan universitas dunia.





