Pendakian Gunung Betung Lampung Menurun, Penjaga Basecamp Ungkap Penyebabnya

ALTUMNEWS.Com, PESAWARAN – Jumlah pendaki Gunung Betung di Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengalami penurunan sepanjang 2026. Penjaga basecamp mencatat rata-rata kunjungan sekitar 150 orang setiap bulan.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2025. Saat itu, jumlah pendaki bisa mencapai 200 hingga 250 orang per bulan.

Penjaga Basecamp Gunung Betung via Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Rizal Ramadhan, mengungkapkan kondisi tersebut saat berbincang dengan Altumnews.com di basecamp pada Kamis petang (5/11/2026).

“Jumlah pendakian Gunung Betung itu per bulan biasanya kurang lebih 150-an orang lah,” kata Rizal.

Ia membandingkan jumlah tersebut dengan kunjungan pendaki sepanjang tahun lalu. Menurutnya, aktivitas pendakian pada 2026 cenderung lebih sepi.

“Kalau untuk sekarang, kalau menurut saya ya menurun. Kalau tahun kemarin (2025) ya bisa sampai 200-250-an orang,” ujarnya.

Banyak Destinasi Wisata Alam, Pendaki Gunung Betung Berkurang

Rizal menduga bertambahnya pilihan wisata alam di Lampung ikut memengaruhi jumlah kunjungan ke Gunung Betung.

Kini, wisatawan memiliki banyak alternatif untuk menikmati alam. Sejumlah jalur pendakian dan objek wisata air terjun juga mulai menarik perhatian pengunjung.

“Faktor yang menyebabkan penurunan mungkin ya sudah banyak tempat wisata buat pendakian juga. Nggak cuma di Betung juga soalnya kan. Air terjun-air terjun juga banyak yang buka sudah,” jelas Rizal.

Bertambahnya pilihan destinasi tersebut, menurut Rizal, membuat wisatawan memiliki alternatif selain mendaki Gunung Betung.

Wisatawan Kini Lebih Banyak Mendaki Menuju Puncak

Selain mencatat penurunan jumlah pengunjung, Rizal melihat perubahan tujuan wisatawan di kawasan Gunung Betung.

Saat ini, sebagian besar pengunjung lebih memilih mendaki menuju puncak. Sementara itu, wisatawan yang mengunjungi kawasan air terjun mulai jarang terlihat.

“Kalau untuk sekarang kebanyakan pada mendaki ke puncak. Untuk ke air terjunnya sudah jarang,” ungkapnya.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa jalur menuju puncak masih menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang datang melalui Basecamp Desa Wiyono.

Gunung Betung Pesawaran, Destinasi Pendakian Setinggi 1.240 Mdpl

Gunung Betung menjadi salah satu pilihan wisata pendakian di Provinsi Lampung. Ketinggiannya mencapai sekitar 1.240 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Secara administratif, kawasan ini mencakup wilayah Kabupaten Pesawaran, khususnya Kecamatan Gedong Tataan, serta area yang berbatasan dengan Kota Bandar Lampung.

Masyarakat juga mengenal gunung ini dengan julukan Gunung Sukma Ilang. Kawasannya masuk dalam wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman.

Dari Bandar Lampung, pendaki dapat mencapai Basecamp Gunung Betung via Desa Wiyono dalam waktu sekitar 30 hingga 45 menit.

Jarak tempuh tersebut menjadikan Gunung Betung sebagai salah satu alternatif wisata alam bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana pegunungan tanpa harus bepergian terlalu jauh dari kota.

Penjaga Basecamp Ajak Pendaki Tidak Membuang Sampah Sembarangan

Di tengah aktivitas pendakian, Rizal mengingatkan pengunjung agar menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Gunung Betung.

Ia meminta pendaki maupun wisatawan membawa kembali sampah mereka. Pengunjung juga perlu menghormati alam dan tidak merusak fasilitas maupun lingkungan di kawasan gunung.

“Pesannya para pendaki dan wisatawan yang berkunjung ke sini jangan buang sampah sembarangan. Kita jaga lingkungan, kita jaga apa yang sudah ada di tempat itu. Jangan dirusak, jangan nambah-nambahin benda-benda yang di luar nalar, yang aneh-aneh pokoknya. Itu aja sih,” pesan Rizal.

Baginya, setiap pengunjung memiliki tanggung jawab untuk menjaga kawasan wisata tersebut. Kelestarian alam Gunung Betung perlu mendapat perhatian agar generasi berikutnya tetap bisa menikmati keindahannya.

Meski jumlah pendaki menurun pada 2026, Gunung Betung tetap menawarkan pengalaman wisata alam di Pesawaran. Jalur pendakian, suasana hutan, dan kawasan pegunungannya menjadi daya tarik bagi pencinta alam yang ingin menjelajahi Lampung.***