Paskah di Gereja Santo Andreas Way Gelam, Romo Widarman Ajak Umat Bangkit dan Peduli Sesama

ALTUMNEWS.Com, LAMPUNG SELATAN – Umat Katolik Stasi Way Gelam dan Candipuro merayakan Paskah dengan sederhana. Perayaan berlangsung di Gereja Santo Andreas, Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Minggu (17/4/2022).

Sekitar 100 umat mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Raya Paskah. Romo Yohanes Baptis Widarman memimpin perayaan tersebut.

Dalam homilinya, Romo Widarman menyampaikan Surat Gembala Paskah 2022. Surat itu mengangkat tema “Bersama Komunitas Bangkit Mewartakan Sukacita Injil.”

Romo Widarman mengajak umat memaknai Paskah sebagai momentum kebangkitan. Menurutnya, kebangkitan Kristus membawa harapan baru bagi umat beriman.

Paskah Mengajak Umat Bangkit Bersama

Romo Widarman menjelaskan makna Paskah dalam kehidupan umat. Paskah mengingatkan umat pada kemenangan Yesus Kristus atas maut.

Namun, Paskah tidak hanya mengajak umat mengenang kebangkitan Yesus. Perayaan ini juga mengajak umat bangkit bersama-Nya.

Dengan demikian, umat mendapat panggilan untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Umat juga perlu membawa sukacita kepada sesama.

“Paskah adalah Hari Raya Kebangkitan Tuhan. Paskah juga berarti undangan agar kita bangkit bersama Dia,” demikian pesan dalam Surat Gembala Paskah 2022.

Komunitas Basis Jadi Ruang Kebersamaan

Selanjutnya, surat gembala tersebut menyoroti Komunitas Basis Gerejawi (KBG). Konsep ini mengajak umat membangun kehidupan bersama masyarakat sekitar.

KBG tidak hanya mencakup umat yang seiman. Umat juga perlu membangun hubungan baik dengan masyarakat yang berbeda keyakinan.

Karena itu, kehidupan komunitas membutuhkan kepedulian. Umat perlu hadir dalam suka dan duka sesama.

Selain itu, umat perlu saling membantu dan menguatkan. Sikap tersebut dapat mempererat persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Umat Diajak Menjaga Persatuan

Dalam pesan Paskah itu, umat juga mendapat ajakan untuk menjaga kesatuan. Umat perlu menghindari permusuhan, iri hati, dan dendam.

Sebaliknya, umat harus membangun ketulusan dan keterbukaan. Kerukunan serta perdamaian juga perlu menjadi bagian dari kehidupan bersama.

Menurut pesan tersebut, tidak seorang pun boleh luput dari kepedulian. Karena itu, umat perlu menunjukkan bela rasa kepada sesama.

Selanjutnya, umat juga perlu aktif dalam kehidupan sosial. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton dalam berbagai persoalan masyarakat.

Mewartakan Injil Lewat Perbuatan

Pesan Paskah 2022 juga menekankan tugas perutusan umat. Setiap orang beriman memiliki tanggung jawab untuk mewartakan Injil.

Namun, pewartaan tidak hanya berlangsung melalui kata-kata. Umat juga perlu menunjukkan iman melalui sikap dan perbuatan.

Karena itu, kehidupan sehari-hari harus mencerminkan kasih Kristus. Umat dapat membagikan sukacita melalui kepedulian kepada orang lain.

Surat tersebut juga mengingatkan umat agar tidak hidup egois. Umat perlu memperhatikan masyarakat miskin dan kelompok yang membutuhkan bantuan.

Paus Fransiskus Dorong Gereja Peduli Kaum Lemah

Pesan tersebut turut mengangkat pemikiran Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium. Gereja mendapat panggilan untuk memperhatikan kelompok yang rentan.

Kelompok itu mencakup masyarakat miskin dan orang yang mengalami penderitaan. Selain itu, Gereja juga perlu memperhatikan migran, pengungsi, tunawisma, serta kelompok rentan lainnya.

Paus Fransiskus juga mendorong umat melawan berbagai bentuk kejahatan. Salah satunya perdagangan manusia.

Karena itu, umat perlu memperjuangkan martabat setiap manusia. Gereja juga harus hadir bagi mereka yang membutuhkan perlindungan.

Paskah Membawa Sukacita

Lebih lanjut, surat gembala mengajak umat menemukan sukacita dalam Injil. Sukacita tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan orang beriman.

Kabar sukacita tidak hanya umat rasakan sendiri. Umat juga perlu membagikannya kepada orang lain.

Dengan demikian, evangelisasi tidak sekadar mencari pengikut baru. Umat dapat mewartakan Injil melalui kehidupan yang mencerminkan kasih.

Semangat itu juga mendorong umat untuk tidak mudah menyerah. Sebaliknya, umat perlu mengandalkan rahmat Allah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Umat Way Gelam Rayakan Paskah dengan Sederhana

Pada akhirnya, pesan Paskah mengajak umat hidup dalam persaudaraan. Umat perlu berjalan bersama tanpa membedakan latar belakang.

Selain itu, umat perlu membantu mereka yang mengalami penderitaan. Sikap tersebut menjadi wujud nyata iman dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak seorang pun dikecualikan dari sukacita yang dibawa oleh Tuhan,” demikian pesan dalam Evangelii Gaudium.

Surat Gembala Paskah juga mengajak umat meneladani Bunda Maria. Umat diharapkan mewartakan Injil melalui hidup yang benar, adil, jujur, dan penuh harapan.

Selamat Paskah 2022.

Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Andreas berlangsung selama 1,5 jam. Misa dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB.

Setelah perayaan, umat melanjutkan kegiatan dengan makan bersama. Para umat Stasi Way Gelam menyiapkan hidangan sederhana untuk acara tersebut.***