Allah Akan Mencari dan Menemukan yang Hilang
(Caroline KS)
Tanda Salib dan Salam
P: Dalam Nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
Pengantar
Saudara-saudari yang terkasih, hari ini Gereja mengajak kita mendengarkan Kitab Suci. Bacaan tersebut berasal dari Injil Lukas 15:1–10.
Karena itu, marilah kita membuka hati untuk mendengarkan sabda Allah. Dengan demikian, kita dapat memahami pesan-Nya bagi kehidupan.
Sebelum itu, marilah kita menyiapkan hati dan budi. Kemudian, kita hening sejenak dan mengarahkan diri kepada Allah.
Doa Pembuka
Marilah kita berdoa. (hening sejenak)
Ya Bapa, melalui Yesus Kristus, Engkau mengajarkan betapa besar kasih-Mu kepada kami.
Terlebih lagi, Engkau tidak menghendaki seorang pun dari kami hilang. Karena itu, Engkau selalu mencari dan menemukan kami.
Maka, utuslah Roh Kudus-Mu. Bantulah kami memahami sabda-Mu dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, iman kami semakin bertumbuh. Semua ini kami mohon dengan pengantaraan Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Bacaan Injil
Lukas 15:1–10
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Inilah Injil Suci menurut Lukas.
U: Terpujilah Kristus.
Renungan: Allah Mencari yang Hilang
Perikop ini mengisahkan keseharian Yesus. Pada waktu itu, Ia mengajar banyak orang tanpa membeda-bedakan mereka.
Bahkan, Yesus memberi perhatian kepada orang-orang berdosa. Selain itu, Ia juga bergaul akrab dengan mereka.
Namun, sikap Yesus menimbulkan kecemburuan orang Farisi dan ahli Taurat. Karena itu, mereka mempertanyakan alasan Yesus bergaul dengan orang-orang berdosa.
Menurut mereka, orang baik seharusnya bergaul dengan orang baik. Oleh sebab itu, mereka mempertanyakan identitas Yesus sebagai seorang nabi.
Menanggapi sikap tersebut, Yesus menyampaikan dua perumpamaan. Pertama, Ia berbicara tentang domba yang hilang. Kemudian, Ia menceritakan tentang dirham yang hilang.
Pada dasarnya, kedua perumpamaan itu memiliki pesan yang sama. Keduanya menunjukkan perhatian besar Allah kepada manusia yang tersesat.
Kasih Allah kepada Orang Berdosa
Melalui kedua perumpamaan itu, Yesus menjelaskan tugas perutusan-Nya. Ia datang untuk mencari dan menemukan orang-orang yang hilang.
Dengan demikian, orang-orang berdosa tetap berharga di hadapan Allah. Allah tidak ingin kehilangan seorang pun dari mereka.
Karena itu, kita pun termasuk dalam perhatian kasih Allah. Ia terus mencari kita ketika kita menjauh dari-Nya.
Selanjutnya, Yesus menunjukkan kasih Allah yang luar biasa. Ia datang untuk menyelamatkan semua orang yang berdosa.
Namun demikian, kasih Allah juga mengajak kita bertobat. Pertobatan membuat kita kembali kepada Allah dan membuka hati terhadap kasih-Nya.
Dengan pertobatan, kita kembali berjumpa dengan Allah. Dialah sumber kehidupan dan sukacita yang sejati.
Sukacita karena Pertobatan
Karena itu, Allah bersukacita ketika seorang berdosa bertobat. Bahkan, pertobatan satu orang memiliki arti besar bagi-Nya.
Lalu, bagaimana dengan kita? Maukah kita membiarkan Yesus menemukan kita melalui pertobatan?
Memang, kita semua lemah. Kita juga mudah jatuh ke dalam dosa.
Akan tetapi, sebesar apa pun dosa kita, Allah tetap membuka pintu pengampunan. Asalkan kita sungguh bertobat, Allah Yang Maharahim akan mengampuni kita.
Selain itu, Allah memberikan sukacita dan kehidupan baru. Karena itu, janganlah kita takut kembali kepada-Nya.
Pada akhirnya, sabda hari ini mengajak kita percaya kepada kasih Allah. Ia tidak pernah berhenti mencari anak-anak-Nya yang tersesat.
Doa Umat
Saudara-saudari yang terkasih, kita telah mendengarkan dan merenungkan Sabda Allah.
Kini, marilah kita menyampaikan doa kepada Bapa. Dengan penuh iman, kita menyampaikan permohonan melalui Kristus, Tuhan kita.
Doa bagi Keteguhan Iman
Ya Bapa, kuatkanlah iman kami kepada Putra-Mu, Yesus Kristus.
Sebab, Ia senantiasa mencari dan menemukan kami ketika kami menjauh dari-Mu. Karena itu, ajarilah kami untuk tetap setia kepada-Mu.
Selain itu, bantulah kami menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Semoga kami tetap percaya kepada kasih dan penyertaan-Mu.
Marilah kita mohon…
Doa bagi Mereka yang Jauh dari Tuhan
Ya Bapa, kami juga berdoa bagi saudara-saudari yang masih tertutup terhadap sapaan kasih-Mu.
Oleh sebab itu, utuslah Roh Kudus-Mu untuk membuka hati mereka. Semoga mereka mengenal Putra-Mu dan memperoleh keselamatan.
Marilah kita mohon…
Doa agar Tekun Membaca Kitab Suci
Ya Bapa, Kitab Suci menjadi sumber kehidupan iman kami. Melalui Kitab Suci, kami semakin mengenal kasih-Mu.
Oleh karena itu, ajarilah kami untuk tekun membaca dan merenungkannya. Dengan demikian, iman kami semakin kuat dan bertumbuh.
Marilah kita mohon…
Penutup Doa Umat
Ya Bapa, demikianlah doa-doa yang kami panjatkan kepada-Mu.
Sebab, Engkau adalah Bapa yang penuh belas kasih. Selain itu, Engkau tidak pernah lelah mencari kami.
Semoga sabda yang kami renungkan semakin menguatkan iman kami. Dengan demikian, kami semakin setia mengikuti-Mu.
Pada akhirnya, kami percaya bahwa Engkaulah sumber hidup abadi. Engkau hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Bapa Kami
Selanjutnya, marilah kita satukan seluruh doa kita.
Dengan penuh iman, kita berdoa dengan doa yang diajarkan sendiri oleh Tuhan Yesus.
Bapa kami…
Doa Penutup
Marilah kita berdoa. (hening sejenak)
Ya Bapa, kami bersyukur atas segala rahmat yang kami terima dari-Mu.
Secara khusus, kami bersyukur atas sabda-Mu yang kami dengarkan hari ini. Melalui sabda-Mu, Engkau membimbing perjalanan iman kami.
Karena itu, teguhkanlah iman kami. Bantulah kami memahami kehendak-Mu dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, kami semakin dekat kepada-Mu. Selain itu, semoga hidup kami menjadi kesaksian atas kasih-Mu.
Doa ini kami sampaikan dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Mohon Berkat
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Semoga Allah Yang Mahakuasa memberkati kita. Dalam Nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Dengan ini ibadat kita telah selesai.
U: Syukur kepada Allah.





