Betapa Besarnya Iman Perwira Ini
Caroline KS
Tanda Salib dan Salam
P: Dalam Nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
Pengantar
Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja mengajak kita mendengarkan Sabda Allah. Secara khusus, Sabda itu mengisahkan betapa besarnya iman seorang perwira asing.
Kisah ini mengajak kita meneladan iman sang perwira. Ia percaya kepada Yesus dan memohon kesembuhan bagi hambanya yang ia kasihi.
Karena itu, marilah kita menyiapkan hati dan budi. Dengan demikian, kita dapat mendengarkan Sabda Allah dengan penuh iman.
Doa Pembuka
Marilah kita berdoa. (hening sejenak)
Ya Bapa, pertama-tama kami bersyukur karena hari ini kami dapat berkumpul. Kami datang untuk mendengarkan Sabda-Mu.
Karena itu, bimbinglah kami melalui Roh Kudus-Mu. Ajarilah kami mendengarkan Sabda-Mu dengan rendah hati. Selain itu, bantulah kami memahami dan mengimaninya.
Dengan demikian, Sabda-Mu menjadi bekal dalam perjalanan hidup kami.
Semua ini kami haturkan kepada-Mu. Kami menyampaikannya dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu. Ia hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
Amin.
Bacaan Injil
Lukas 7:1–10
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Inilah Injil Suci menurut Lukas.
U: Terpujilah Kristus.
Renungan
Perikop ini sangat menarik. Bukan hanya karena Yesus menyembuhkan hamba sang perwira, tetapi juga karena proses penyembuhannya menyimpan pesan penting.
Pertama-tama, perwira itu merupakan orang asing. Namun, ia memiliki hubungan dekat dengan para penatua jemaat di daerah tersebut.
Karena itu, ia meminta bantuan kepada para penatua. Kemudian, para penatua membawa permohonannya kepada Yesus.
Para penatua juga mengingat jasa sang perwira kepada jemaat. Namun, Yesus tidak mengabulkan permohonan itu semata-mata karena jasanya.
Sebaliknya, Yesus ingin menunjukkan bahwa Putra Manusia datang untuk semua orang. Memang, Yesus datang pertama-tama bagi bangsa Yahudi sebagai bangsa pilihan.
Namun demikian, kasih dan keselamatan-Nya terbuka bagi semua manusia.
Selain itu, kita melihat hal menarik dalam permohonan sang perwira. Ia meminta kesembuhan bagi hambanya.
Pada masa itu, seorang hamba memiliki kedudukan rendah. Meski demikian, sang perwira tetap memedulikannya.
Dengan demikian, kita melihat hati sang perwira yang penuh belas kasih. Ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri.
Selanjutnya, kerendahan hati sang perwira semakin terlihat. Ia mengutus para sahabatnya kepada Yesus.
Ia meminta Yesus cukup bersabda tanpa perlu datang ke rumahnya. Bahkan, ia merasa tidak layak menerima kedatangan Yesus.
Karena itu, ia juga tidak berani menemui Yesus secara langsung. Namun, justru dalam diri perwira itu Yesus menemukan iman yang sangat besar.
Dari sini, kita dapat belajar bahwa iman tumbuh subur dalam hati yang rendah hati. Bahkan, iman dapat menghadirkan kesembuhan dan kehidupan.
Oleh sebab itu, kita perlu belajar merendahkan diri. Selain itu, kita perlu melayani dengan penuh kasih dan tanpa pamrih.
Perwira itu memiliki kedudukan dan pengaruh besar. Namun, di hadapan Yesus, ia tetap merasa tidak layak.
Akhirnya, Yesus berkenan pada iman dan kerendahan hatinya. Hamba sang perwira pun sembuh.
Karena itu, marilah kita belajar dari perwira tersebut. Mari kita tumbuhkan iman kepada Kristus dengan kerendahan hati.
Dengan demikian, iman kita dapat menghadirkan berkat bagi orang-orang di sekitar kita.
Doa Umat
Saudara-saudari terkasih, kita telah mendengarkan Sabda Allah dan merenungkannya. Sekarang, marilah kita menyampaikan doa kepada Bapa di surga.
1. Ya Bapa, melalui Sabda hari ini kami mengenal-Mu sebagai Allah yang murah hati. Engkau selalu mendengarkan permohonan kami.
Karena itu, ajarilah kami mengarahkan hidup kepada-Mu. Semoga kami memiliki iman seperti perwira asing yang percaya kepada Putra-Mu.
Marilah kita mohon…
2. Ya Bapa, hati yang rendah hati dapat mendengarkan Sabda-Mu dengan baik.
Karena itu, lembutkanlah hati kami. Bantulah kami membuka hati terhadap sapaan-Mu setiap hari.
Dengan demikian, kami dapat terus bertumbuh dalam kerendahan hati kepada-Mu dan kepada sesama.
Marilah kita mohon…
3. Ya Bapa, perwira asing memohon kemurahan hati-Mu bukan untuk dirinya. Sebaliknya, ia memohon kesembuhan bagi hambanya.
Karena itu, ajarilah kami peka terhadap kebutuhan orang-orang di sekitar. Gerakkan hati kami untuk berbelas kasih.
Selain itu, bantulah kami rela mengulurkan tangan dan membantu mereka yang membutuhkan.
Marilah kita mohon…
Demikianlah doa kami, ya Bapa. Kami menyampaikannya dengan segala keterbatasan.
Namun, kami percaya pada kerahiman-Mu. Karena itu, kabulkanlah doa kami karena Kristus, Tuhan kami.
Amin.
Bapa Kami
Marilah kita menyatukan semua doa kita. Selanjutnya, kita berdoa dengan doa yang diajarkan sendiri oleh Yesus Kristus.
Bapa kami…
Doa Penutup
Marilah kita berdoa. (hening sejenak)
Ya Bapa yang baik, betapa besar kasih karunia-Mu kepada kami.
Engkau menganugerahkan iman kepada kami sebagai jalan keselamatan. Karena itu, ajarilah kami untuk semakin beriman.
Semoga kami memiliki iman seperti perwira asing dalam Sabda-Mu. Dengan demikian, kami layak menjadi putra-putri-Mu yang terkasih.
Akhirnya, kami mohon dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.
Mohon Berkat
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati kita. Dalam Nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Dengan ini ibadat kita telah selesai.
U: Syukur kepada Allah.





