ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) ke-50 yang digelar di Gedung Graha Surya, Bandarlampung, pada Rabu (12/2/2025), Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Ibu Maidawati Retnoningsih Samsudin, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Iwapi dalam pemberdayaan ekonomi perempuan di Lampung. Namun, yang lebih menarik adalah sorotan mendalam tentang bagaimana Iwapi tidak hanya berperan dalam dunia usaha, tetapi juga berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang langsung dirasakan manfaatnya.
Dalam sambutannya, Ibu Maidawati yang juga merupakan Dewan Pembina DPD Iwapi Lampung, menegaskan pentingnya peran Iwapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan berbagai inisiatif ekonomi, terutama menjelang Indonesia Emas 2045. Namun, Ibu Maidawati tidak hanya berbicara tentang pencapaian, tetapi juga menekankan pentingnya perubahan berkelanjutan yang dimulai dari kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi keberadaan Iwapi, bukan hanya karena kontribusinya dalam dunia usaha, tetapi juga atas dukungan nyata mereka terhadap program-program pemerintah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya adalah program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Ibu Maidawati, yang menekankan pentingnya program yang memberdayakan masyarakat di tingkat akar rumput.
Tidak hanya itu, Ibu Maidawati juga mengajak seluruh pengurus Iwapi untuk mengingat nilai-nilai luhur yang terkandung dalam peringatan Isra Mi’raj, yang menekankan pada pentingnya terus berbuat baik dan memberi manfaat kepada sesama. Baginya, kesejahteraan masyarakat bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan hasil dari kolaborasi antara semua elemen bangsa.
Sebagai penutup yang penuh makna, Ibu Maidawati juga mengajak pengurus Iwapi untuk terus memberikan dampak positif, bukan hanya dalam bidang ekonomi tetapi juga dalam peningkatan moral dan spiritual yang akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Kehadiran Iwapi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat membuktikan bahwa usaha besar yang dilakukan tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan yang berkelanjutan dan merata.***





