Rektor Unila Pimpin Soft Launching SMMPTN-Barat 2025: Bukti Peran Strategis Perempuan dalam Arah Baru Pendidikan Tinggi

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA., IPM., ASEAN Eng., kembali menunjukkan kiprah aktifnya dalam skena pendidikan tinggi nasional. Kali ini, ia mewakili Ketua Badan Kerja Sama (BKS) PTN Wilayah Barat untuk membuka secara resmi soft launching Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPTN-Barat) 2025, Senin (21/4/2025) secara daring.

Sebagai rektor perempuan pertama dalam sejarah Unila, peran Prof. Lusmeilia dalam acara tersebut tidak hanya menjadi representasi institusi, tetapi juga simbol penting kepemimpinan perempuan dalam pembangunan sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan kolaboratif.

Dalam sambutannya, Prof. Lusmeilia menegaskan pentingnya seleksi SMMPTN-Barat sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas. “Konsorsium ini adalah bentuk solidaritas antarperguruan tinggi untuk menciptakan sistem penerimaan mahasiswa yang adil dan setara bagi seluruh anak bangsa, tanpa memandang latar belakang daerah,” ujar Prof. Lusmeilia.

Dengan memimpin peluncuran program yang mencakup 28 PTN di wilayah barat Indonesia, Prof. Lusmeilia memperkuat posisi Unila sebagai salah satu penggerak utama pendidikan tinggi nasional. Ia juga memperlihatkan bahwa kepemimpinan akademik perempuan mampu memberikan kontribusi konkret pada level regional dan nasional, khususnya dalam kebijakan strategis penerimaan mahasiswa.

SMMPTN-Barat 2025 membuka pendaftaran pada 4 Mei hingga 12 Juni 2025 dengan kuota 17.909 kursi dari hampir seribu program studi. Prof. Lusmeilia mendorong agar siswa yang belum lolos jalur SNBP dan SNBT memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal.

“Unila dan seluruh PTN dalam konsorsium berdiri untuk membuka peluang, bukan sekadar menerima mahasiswa. Kami ingin membentuk generasi masa depan yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing,” tambahnya.

Kepemimpinan Prof. Lusmeilia di Unila dikenal tidak hanya fokus pada penguatan internal kampus, tetapi juga pada peran aktif dalam jaringan kerja sama antarperguruan tinggi. Ia kerap menggaungkan pentingnya inovasi tata kelola pendidikan tinggi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada layanan publik.

Keterlibatannya dalam peluncuran SMMPTN-Barat mempertegas peran strategis Unila di tengah transformasi pendidikan tinggi nasional. Sekaligus menjadi bukti bahwa di bawah kepemimpinan perempuan, kampus mampu bergerak dengan visi yang inklusif dan menjawab tantangan zaman.***