ALTUMNEWS.Com, LAMPUNG SELATAN -– Di tengah padatnya arus balik Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah memastikan satu hal krusial tetap terkendali: pasokan energi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di jalur utama pemudik, khususnya di wilayah Lampung, berada dalam kondisi aman dan mencukupi.
Kepastian ini disampaikan Anggota Komite BPH Migas, Erika Retnowati, usai melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Bakauheni dan sejumlah titik strategis, Sabtu (29/3). Peninjauan dilakukan di tengah lonjakan mobilitas masyarakat yang kembali dari kampung halaman.
“Distribusi energi berjalan lancar, tidak ada kendala berarti di lapangan. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG,” ujar Erika.
Pelabuhan Bakauheni menjadi salah satu fokus utama pemantauan, mengingat perannya sebagai simpul penyeberangan tersibuk antara Sumatera dan Jawa. Tim Posko Nasional ESDM bahkan berdialog langsung dengan pihak ASDP untuk memastikan pasokan BBM bagi kapal-kapal tetap terjaga.
Hasilnya, proses pengisian BBM untuk kapal penyeberangan berlangsung lancar tanpa hambatan. Meski demikian, Erika menyoroti perlunya peningkatan kapasitas bunker di Merak guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan di masa mendatang.
Tak hanya di pelabuhan, pengawasan juga diperluas ke jalur darat, khususnya SPBU di Tol Trans Sumatera. Di rest area KM 87, salah satu titik favorit pemudik, stok BBM seluruh jenis terpantau dalam kondisi sangat mencukupi.
Menariknya, meski terjadi lonjakan konsumsi cukup tinggi, antrean di SPBU tetap berjalan normal. Hal ini menjadi indikator bahwa distribusi energi berjalan efektif di tengah tekanan permintaan.
Data menunjukkan konsumsi Pertamax melonjak hingga 50 persen, sementara Pertalite naik sekitar 30 persen selama periode mudik dan arus balik. Lonjakan ini sejalan dengan tingginya penggunaan kendaraan pribadi.
Di sisi lain, konsumsi solar justru menurun. Pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama libur Lebaran menjadi faktor utama yang menekan penggunaan jenis BBM tersebut.
Sementara itu, konsumsi LPG di Lampung relatif stabil. Tidak adanya lonjakan signifikan diperkirakan karena banyaknya warga yang mudik ke luar daerah, sehingga aktivitas rumah tangga berkurang.
“Pasokan LPG di SPPBE tetap normal, tidak ada gangguan distribusi,” kata Erika.
Secara nasional, ketahanan energi juga berada dalam posisi aman. Cadangan bensin diperkirakan cukup untuk 21 hari ke depan, Pertamina Dex lebih dari 40 hari, dan avtur sekitar 30 hari.
Tak hanya memastikan pasokan energi, pemerintah juga menghadirkan sentuhan kenyamanan bagi pemudik. Di Pelabuhan Bakauheni, fasilitas “Serambi Pertamina” menjadi oase bagi para pelaku perjalanan jauh.
Di tempat ini, pemudik bisa menikmati layanan gratis seperti pemeriksaan kesehatan, kursi pijat, area bermain anak, hingga layanan pangkas rambut. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan selama arus balik tak hanya soal kelancaran, tetapi juga kenyamanan.***





