Lampung Jadi Magnet Investasi Properti, Gubernur Mirza Janjikan Kemudahan untuk Pengembang

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung semakin menarik perhatian investor properti nasional. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pemerintah daerah membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi, terutama di sektor perumahan dan realestat.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Gala Dinner HUT Realestat Indonesia (REI) ke-54 di Graha Wangsa, Kamis (7/5/2026) malam. Acara tersebut mempertemukan ratusan pelaku usaha properti dari seluruh Indonesia.

Lampung Tampil sebagai Episentrum Pertumbuhan Ekonomi Sumatera

Gubernur Mirza menyebut Lampung kini berada dalam fase pertumbuhan ekonomi yang kuat. Bahkan, Lampung mencatat pertumbuhan tertinggi dalam satu dekade terakhir.

“Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua di Sumatera. Ini capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir,” ujar Mirza.

Ia menilai capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Lampung siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera.

Investasi Properti Jadi Motor Baru Ekonomi Lampung

Lebih lanjut, Mirza menekankan sektor properti memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, ia berkomitmen mempercepat perizinan dan mempermudah investasi.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan penuh bagi anggota REI yang ingin mengembangkan proyek di Lampung.

“Kami akan mempermudah semua proses administrasi agar investasi bisa masuk lebih cepat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha akan memperkuat pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

REI Pilih Lampung sebagai Tuan Rumah Strategis

Pemilihan Lampung sebagai tuan rumah HUT REI ke-54 menjadi sorotan tersendiri. Agenda nasional ini menghadirkan forum bisnis, kegiatan sosial, hingga promosi daerah.

Para pelaku usaha properti menilai Lampung memiliki potensi besar, terutama dengan dukungan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

BPS Catat Pertumbuhan 5,58 Persen, Tertinggi 10 Tahun

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,58 persen pada Triwulan I-2026. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

“Ini pertama kali Lampung mencapai pertumbuhan setinggi ini dalam satu dekade,” kata Amalia.

Ia menambahkan Lampung berada di posisi kedua tertinggi di Sumatera, menunjukkan daya saing ekonomi yang semakin kuat.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari penguatan sektor pertanian dan hilirisasi industri daerah.

Properti dan Konstruksi Jadi Pengungkit Ekonomi Nasional

Amalia juga menyoroti sektor konstruksi dan perumahan yang tumbuh di atas 5 persen secara nasional. Ia menilai sektor ini menjadi motor penting pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, ia menyebut program 3 juta rumah akan menjadi stimulus besar bagi industri properti nasional.

Pemerintah Pusat Tambah Kuota Bedah Rumah untuk Lampung

Menteri PKP Maruarar Sirait turut memberikan dukungan dengan menambah kuota bedah rumah di Lampung. Kuota meningkat dari 9.500 menjadi 11.000 unit.

“Ini bentuk apresiasi atas kinerja Lampung yang sangat baik,” ujar Maruarar.

Ia meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti program tersebut agar masyarakat cepat merasakan manfaatnya.

Lampung Diproyeksikan Jadi Pusat Hunian dan Investasi Baru

Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, dukungan pemerintah pusat, serta masuknya investor properti, Lampung kini diproyeksikan menjadi salah satu pusat hunian dan investasi baru di Sumatera.

Gubernur Mirza menutup dengan ajakan agar seluruh pelaku usaha melihat Lampung sebagai peluang jangka panjang.

“Lampung terbuka untuk investasi. Kami siap tumbuh bersama dunia usaha,” pungkasnya.***