ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat mengendalikan inflasi dan kenaikan harga bahan pokok di sejumlah daerah. Salah satu langkah yang ditempuh yakni menggelar operasi pasar serentak di 15 kabupaten/kota mulai Selasa (12/5/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan langkah tersebut usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (11/5/2026).
Kemendagri Minta Daerah Kendalikan Harga di Bawah HET
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, memimpin rapat koordinasi tersebut.
Dalam arahannya, Tomsi menyoroti kenaikan harga bahan pokok yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah daerah.
Ia meminta seluruh pemerintah daerah menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap berada di bawah HET.
“HET adalah patokan kita. Kenaikan harga sedikit saja di atas HET harus segera kita kendalikan,” tegas Tomsi.
BPS Catat Inflasi Indonesia April 2026 Sebesar 0,13 Persen
Direktur Badan Pusat Statistik, Sarpono, menjelaskan perkembangan inflasi nasional pada April 2026.
Menurut Sarpono, inflasi bulanan atau month to month pada April 2026 mencapai 0,13 persen.
Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026. Setelah itu, Indonesia mencatat inflasi pada Februari, Maret, dan April dengan angka masing-masing 0,68 persen, 0,41 persen, dan 0,13 persen.
“Secara year to date, inflasi Indonesia hingga April 2026 mencapai 1,06 persen,” ujar Sarpono.
Menurut BPS, emas perhiasan, minyak goreng, beras, tarif angkutan udara, dan tomat menjadi komoditas utama penyumbang inflasi.
Lampung Fokus Stabilkan Harga Minyakita dan Beras
Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Mei 2026, Provinsi Lampung mencatat kenaikan harga sebesar 0,69 persen.
Sementara itu, Kabupaten Lampung Barat masuk 10 besar daerah dengan kenaikan IPH tertinggi secara nasional, yakni sebesar 3,16 persen.
Menindaklanjuti arahan Kemendagri, Sekda Lampung Marindo Kurniawan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok.
Pemerintah Provinsi Lampung memfokuskan pengendalian pada komoditas prioritas, terutama Minyakita dan minyak goreng premium.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan beras SPHP dari Bulog untuk menjaga kestabilan harga pangan.
Pemerintah turut mengendalikan harga gula pasir, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Operasi Pasar Digelar di 20 Titik
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung akan menggelar operasi pasar di 20 titik pasar pantauan utama.
Pemerintah menggunakan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk menentukan lokasi operasi pasar.
Selain menjaga daya beli masyarakat, pemerintah juga ingin menekan laju inflasi di Provinsi Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan harga minyak goreng dan kebutuhan pokok lain yang masih berada di atas HET segera turun dan kembali terjangkau masyarakat.***





