ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyatakan dukungan penuh terhadap sinergi antara Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung. Ia menilai kolaborasi ini penting untuk membangkitkan kembali eksistensi radio sebagai media informasi publik di era digital.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menerima kunjungan KPI Pusat dan KPID Lampung di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Selasa (12/5/2026).
Radio Harus Beradaptasi di Tengah Disrupsi Digital
Jihan Nurlela menegaskan bahwa tantangan utama radio saat ini tidak hanya terletak pada perkembangan teknologi. Menurutnya, radio juga harus mampu menghadirkan konten yang relevan dan dekat dengan generasi muda.
Selain itu, ia menilai radio masih memiliki peluang besar untuk berkembang jika mampu beradaptasi dengan pola konsumsi media saat ini. Banyak masyarakat, terutama anak muda, kini mendengarkan konten audio seperti podcast sambil beraktivitas.
“Radio akan tertinggal jika tetap konvensional. Namun, radio punya peluang besar di kalangan anak muda jika mampu berinovasi,” ujarnya.
Pemprov Dorong Kolaborasi dan Penguatan SDM Penyiaran
Selain itu, Wakil Gubernur Lampung mendorong penguatan sumber daya manusia di sektor penyiaran. Ia meminta adanya pelatihan dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas program radio.
Ia juga mengajak Dinas Kominfotik serta komunitas kepemudaan untuk terlibat dalam pengembangan radio di Lampung. Dengan demikian, program siaran dapat lebih kreatif dan sesuai kebutuhan audiens muda.
“Nanti bisa dikolaborasikan dengan Diskominfo dan komunitas pemuda agar radio lebih menarik,” kata Jihan.
KPI Pusat Jalankan Program Radio Academy di Lampung
Komisioner KPI Pusat Komisi Penyiaran Indonesia, I Made Sunarsa, menyampaikan bahwa Lampung menjadi provinsi kedelapan dalam pelaksanaan program Radio Academy.
Program ini menghadirkan praktisi radio nasional dari berbagai daerah seperti Suara Surabaya, Ardan Bandung, hingga Female Radio. Tujuannya untuk memperkuat kapasitas radio daerah dalam menghadapi disrupsi digital.
Selain itu, program ini juga membantu radio lokal mengembangkan model bisnis baru dan inovasi siaran agar tetap bertahan di tengah persaingan media digital.
KPID Lampung Perkuat Edukasi dan Jangkauan Radio
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Lampung juga melakukan kegiatan edukasi publik melalui program blusukan. Kegiatan ini melibatkan pembagian radio kepada masyarakat di pasar tradisional seperti Pasar Kangkung dan Pasar Ikan.
Langkah ini bertujuan meningkatkan kembali budaya mendengarkan radio di masyarakat, terutama di ruang publik.
KPI Tekankan Peran Strategis Radio dan Televisi
Komisioner KPI Pusat Mimah Susanti menegaskan bahwa keberadaan radio dan televisi sangat penting dalam sistem pengawasan penyiaran nasional. Selain itu, media penyiaran juga berperan dalam menyebarkan informasi publik secara luas.
Ia menilai radio swasta perlu terus berkembang agar mampu menampilkan potensi daerah, termasuk pariwisata dan budaya Lampung.
KPID Lampung Catat 85 Lembaga Penyiaran
Ketua KPID Lampung, Budi Jaya Idris, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 85 lembaga penyiaran di Provinsi Lampung. Jumlah tersebut mencakup radio, televisi, serta lembaga penyiaran publik seperti RRI dan TVRI.
Selain itu, ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat program pengembangan penyiaran daerah.**





