Harga Singkong Lampung Tembus Rp3.000, Pringsewu Siap Ekspor Mocaf ke AS

ALTUMNEWS.Com, PRINGSEWU – Harga singkong di Lampung mencapai Rp3.000 per kilogram setelah pemerintah menghentikan impor singkong dan etanol. Kenaikan harga komoditas ini turut mendongkrak pendapatan petani. Pada saat yang sama, Kabupaten Pringsewu menyiapkan ekspor perdana tepung modified cassava flour (mocaf) ke Amerika Serikat pada November 2026.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mendorong petani dan masyarakat desa mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah agar mampu menembus pasar internasional.

Mirza menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri Pesta Rakyat Petani dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2026 di Kawasan Gruput Pringsewu, Kecamatan Gading Rejo, Minggu (25/10/2026).

Tiga Komoditas Pertanian Topang Ekonomi Lampung

Mirza menjelaskan, sekitar 60 persen masyarakat Lampung menggantungkan penghidupan pada tiga komoditas utama, yakni padi, jagung, dan singkong.

“Di Provinsi Lampung ada tiga komoditas utama yang banyak sekali petaninya: padi, jagung, dan singkong. Hampir 60 persen masyarakat Lampung bergantung dengan tiga komoditas itu,” ujar Mirza.

Menurutnya, keterjangkauan pupuk dan kenaikan harga jual hasil panen membantu meningkatkan pendapatan petani. Kondisi ini juga memperkuat daya beli masyarakat di wilayah perdesaan.

“Semenjak Pak Prabowo menjadi presiden, harga pupuk murah dan harga komoditas itu naik semua; padi naik, jagung naik, singkong naik. Petani-petani di sini alhamdulillah pendapatannya jadi sangat luar biasa,” katanya.

Pembelian Kendaraan di Kabupaten Pertanian Naik Lebih dari 40 Persen

Mirza melihat peningkatan daya beli petani melalui pertumbuhan konsumsi masyarakat di sejumlah kabupaten berbasis pertanian.

Ia menyebut pembelian kendaraan di wilayah tersebut meningkat lebih dari 40 persen, terutama kendaraan niaga seperti light truck, truk, dan van. Selain itu, penjualan semen ritel di kabupaten-kabupaten tersebut tumbuh hampir 20 persen sepanjang 2026.

“Pembelian mobil di kabupaten-kabupaten pertanian ini meningkat hampir 40 persen lebih, terutama di mobil pertanian, mobil light truck, truk dan van. Yang kedua juga penjualan semen ritel di kabupaten-kabupaten juga meningkat hampir 20 persen di tahun ini,” ungkap Mirza.

Ia menghubungkan pertumbuhan konsumsi masyarakat dengan kinerja ekonomi Lampung yang menempati posisi kedua tertinggi di Pulau Sumatera.

Mirza juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas perhatian pemerintah terhadap petani.

Meski begitu, angka kenaikan pembelian kendaraan dan penjualan semen tersebut masih memerlukan penjelasan mengenai sumber data, periode pembanding, dan cakupan wilayah agar pembaca dapat menilai perkembangan ekonomi secara lebih utuh.

Harga Singkong Lampung Naik Menjadi Rp3.000 per Kg

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pemerintah mengambil langkah untuk mengatasi anjloknya harga singkong di Lampung. Melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, pemerintah menginstruksikan penghentian impor singkong dan etanol.

Amran mengatakan kebijakan tersebut mendorong harga beli singkong di tingkat petani hingga mencapai Rp3.000 per kilogram.

“Bayangkan, itulah bentuk kepedulian Bapak Presiden Prabowo pada petani Indonesia, pada rakyat Indonesia. Belum ada SK, belum ada Kepmen, belum ada Perpres, Inpres, kami minta stop! Distop impor dari negara lain,” tegas Amran.

Selain menjaga harga komoditas, pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen tanpa menambah beban APBN. Pemerintah juga memperketat pengawasan distribusi pupuk dan menindak oknum yang menyelewengkan hak petani.

Amran turut memperluas akses bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kebijakan terbaru memungkinkan buruh tani atau buruh tandur menerima bantuan alsintan langsung dari kementerian.

Di Pringsewu, pemerintah merealisasikan kebijakan tersebut melalui penetapan bantuan traktor tangan bagi kelompok buruh tandur perempuan.

Pringsewu Bidik Pasar Amerika Serikat Lewat Ekspor Tepung Mocaf

Pemerintah Provinsi Lampung kini mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai jual komoditas pertanian. Salah satu langkahnya ialah mengembangkan pengolahan singkong menjadi tepung mocaf di tingkat desa.

Mirza mengatakan masyarakat desa mulai mengolah singkong menjadi tepung, bukan sekadar menjual hasil panen dalam bentuk mentah. Langkah tersebut membuka peluang bagi petani untuk memperoleh nilai tambah sekaligus memperluas pasar produk lokal.

“Tahun kemarin kita baru jualan singkong mentah, tapi sekarang dari desa-desa sudah mengolah menjadi mocaf. Jadi turunan singkong dijadikan tepung oleh petani, oleh masyarakat-masyarakat di desa, dan ini diekspor,” kata Mirza.

Ia menambahkan, Bupati Pringsewu menargetkan ekspor perdana tepung mocaf ke Amerika Serikat pada November 2026.

Rencana ini menjadi langkah penting bagi pengembangan hilirisasi pertanian Lampung. Petani dan pelaku usaha desa tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mengembangkan produk olahan yang berpotensi menjangkau pasar global.

Namun, pelaku usaha tetap perlu memastikan kesiapan volume produksi, standar mutu, persyaratan ekspor, dan kepastian pengiriman agar rencana tersebut berjalan sesuai target.

Pemerintah Perkuat Dukungan untuk Petani Lampung

Amran mengapresiasi upaya Gubernur Lampung dalam memperjuangkan stabilitas harga komoditas dan ketersediaan sarana produksi bagi petani.

Pemerintah pusat juga terus mengawasi distribusi pupuk bersubsidi agar petani memperoleh pasokan sesuai kebutuhan. Selain itu, perluasan bantuan alsintan diharapkan membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung akan mendorong lebih banyak desa mengolah komoditas pertanian menjadi produk siap jual. Strategi ini diharapkan memperkuat pendapatan petani, menggerakkan ekonomi perdesaan, dan membuka peluang ekspor bagi produk unggulan daerah.

Bagi Lampung, kenaikan harga singkong menjadi salah satu momentum untuk memperkuat industri pengolahan berbasis pertanian. Jika petani mampu menjaga produktivitas dan pelaku usaha memperluas akses pasar, hilirisasi mocaf berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di perdesaan.***