ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Umat Katolik di seluruh dunia membawa daun palem ke gereja saat Minggu Palma.
Perayaan Minggu Palma berlangsung satu minggu sebelum Paskah. Karena itu, umat Katolik memasukkan perayaan ini dalam rangkaian Pekan Suci.
Minggu Palma mengajak umat mengenang kedatangan Yesus ke Yerusalem. Setelah itu, Yesus menjalani sengsara, wafat, dan bangkit.
Lantas, mengapa umat Katolik membawa daun palem? Mengapa mereka tidak memilih daun pisang atau daun lainnya?
Makna Daun Palem Saat Minggu Palma
Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, RD Apolonius Basuki, menjelaskan makna daun palem.
Menurut Romo Apol, para pengikut Yesus menggunakan daun palem untuk menyambut kedatangan-Nya di Yerusalem. Mereka membentangkan daun tersebut di jalan yang Yesus lalui.
“Peristiwa itu tertulis dalam Injil. Antara lain Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44 dan Yohanes 12:12-19,” kata Romo Apol.
Ia menyampaikan penjelasan tersebut saat meninjau persiapan Misa Minggu Palma. Pada Sabtu, 13 April 2019, ia melihat langsung persiapan umat.
Sementara itu, umat Gereja Katolik Ratu Damai Teluk Betung bersama WKRI menyiapkan Misa Minggu Palma.
Minggu Palma Buka Rangkaian Pekan Suci
Selain mengenang kedatangan Yesus, Minggu Palma memiliki makna penting bagi umat Katolik. Romo Apol menyebut perayaan ini sebagai awal perjalanan misteri Paskah.
Perjalanan tersebut mencakup sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus. Dengan demikian, umat mulai memasuki suasana permenungan menuju Paskah.
Perayaan Minggu Palma juga menghadirkan suasana sukacita. Pada awal perayaan, umat mengikuti prosesi dengan penuh kegembiraan.
Melalui prosesi tersebut, umat menyatakan keyakinan kepada Yesus sebagai Raja. Karena itu, umat mengikuti prosesi dengan suasana meriah.
Tiga Jadwal Misa Minggu Palma
Untuk perayaan tahun 2019, Romo Apol menyiapkan tiga jadwal Misa Minggu Palma. Dua misa berlangsung di Gereja Ratu Damai.
Sementara itu, satu misa berlangsung di Gereja Santo Petrus Panjang. Berikut jadwal lengkapnya:
- Sabtu, 13 April 2019 pukul 18.00 WIB di Gereja Ratu Damai.
- Minggu, 14 April 2019 pukul 08.30 WIB di Gereja Ratu Damai.
- Minggu, 14 April 2019 pukul 06.30 WIB di Gereja Santo Petrus Panjang.
“Misa pertama pada sore nanti (Sabtu), 13 April 2019 pukul 18.00 WIB di Gereja Ratu Damai. Besok, Minggu, 14 April 2019 jam 08.30 WIB di Gereja Ratu Damai dan 06.30 WIB di Gereja Santo Petrus Panjang,” jelasnya.
Umat Siapkan Sekitar 2.000 Tangkai Daun Palem
Selain menyiapkan misa, umat juga menyiapkan daun palem. Romo Apol memperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 2.000 tangkai.
Umat mengambil daun palem dari rumah masing-masing. Dengan cara tersebut, umat ikut mempersiapkan kebutuhan perayaan Minggu Palma.
“Daun Palem umat membawa sendiri dari rumah masing-masing,” pungkas Romo Kepala Paroki Maria Ratu Damai.***





