ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Stres tidak hanya mengganggu pikiran. Tekanan yang terus menumpuk juga dapat memengaruhi kondisi tubuh.
Ketika seseorang menghadapi banyak pikiran, tubuh dapat ikut merasakan dampaknya. Bahkan, stres dapat memicu keluhan kesehatan dan memperburuk kondisi tertentu.
Karena itu, menjaga ketenangan menjadi langkah penting dalam menghadapi stres. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu meluangkan waktu untuk relaksasi dan meditasi.
Guru meditasi asal London, Ajahn Brahm, mengajak masyarakat melakukan meditasi ketika menghadapi tekanan. Ia menyampaikan hal tersebut dalam Talkshow Ajahn Brahm 2019 bertema “Relax to The Max”.
Ajahn Brahm Ajak Kenali Kondisi Tubuh
Menurut Ajahn Brahm, seseorang dapat memulai meditasi dengan memperhatikan kondisi tubuh. Langkah tersebut membantu seseorang menyadari bagian tubuh yang masih mengalami ketegangan.
“Luangkan waktu untuk melihat lebih dalam ke tubuh Anda. Bertanya dalam hati setiap bagian tubuh Anda apakah itu rileks. Jika tidak, fokuslah dan pindahkan jika perlu. Yang terpenting, rileks,” katanya.
Setelah tubuh terasa lebih tenang, seseorang dapat mengalihkan perhatian pada pikiran. Ajahn Brahm mengingatkan agar seseorang tidak larut dalam pikiran yang muncul.
“Setelah itu, pindah ke pikiran dan amati saja. Jangan terjebak dalam pikiran Anda. Biarkan saja mereka datang dan pergi. Bersantai,” imbuhnya.
Dengan cara tersebut, seseorang tidak perlu melawan setiap pikiran yang muncul. Sebaliknya, cukup mengamati dan membiarkannya berlalu.
Stres Bisa Ganggu Aktivitas
Ajahn Brahm mengatakan stres dapat membuat seseorang kurang efisien dalam menjalankan aktivitas. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu fokus dalam pekerjaan maupun kegiatan sehari-hari.
Karena itu, ia menyarankan masyarakat menyediakan waktu beberapa menit untuk bermeditasi. Waktu yang singkat pun dapat menjadi kesempatan untuk menenangkan diri.
“Meditasi akan membuat kita santai. Banyak yang telah mengakui bahwa meditasi bisa mengatasi stres dengan lebih baik. Stres adalah sumber dari segala penyakit. Santai sesantai-santainya menyembuhkan penyakit itu,” ujar Ajahn Brahm.
Namun, menjaga kondisi mental tidak hanya membutuhkan relaksasi. Menurut Ajahn Brahm, seseorang juga perlu mengelola emosi negatif, terutama kemarahan.
Ajahn Brahm Soroti Dampak Kemarahan
Kemarahan dapat membuat seseorang semakin tertekan. Selain itu, emosi tersebut juga dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan.
“Sebaliknya, jika Anda sering marah-marah akan berdampak buruk bagi diri Anda sendiri. Marah itu tidak bisa membuat mencapai hasil, tidak bisa sampai ke mana-mana,” kata Ajahn Brahm.
Oleh sebab itu, ia mendorong masyarakat membangun kebiasaan yang lebih tenang. Mengurangi kemarahan dan memberi ruang untuk relaksasi dapat membantu seseorang menghadapi tekanan dengan lebih baik.
Selanjutnya, kebahagiaan juga memiliki peran penting. Ajahn Brahm menilai suasana hati yang positif dapat membantu seseorang menjaga keseimbangan dalam menjalani kehidupan.
Relaksasi Jadi Bagian dari Menjaga Diri
Meditasi dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu seseorang mengelola stres. Praktiknya juga tidak selalu membutuhkan waktu lama.
Seseorang dapat meluangkan beberapa menit untuk duduk tenang dan memperhatikan tubuh. Setelah itu, ia dapat mengamati pikiran tanpa mengikuti setiap pikiran yang muncul.
Dengan latihan tersebut, seseorang dapat belajar mengenali ketegangan dalam tubuh dan pikirannya. Kebiasaan itu kemudian dapat membantu menghadapi tekanan sehari-hari secara lebih tenang.
Talkshow Ajahn Brahm 2019 sendiri mengajak peserta memahami pentingnya relaksasi. Tema “Relax to The Max” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut.
Talkshow Ajahn Brahm Digelar di Bandar Lampung
Talkshow tersebut berlangsung di Grand Ballroom Novotel Lampung pada Kamis, 8 Mei 2019. Ehipassiko Foundation Lampung menginisiasi kegiatan tersebut.
Ajahn Brahm hadir untuk berbagi pandangan mengenai meditasi, relaksasi, kebahagiaan, dan pengelolaan stres. Pesan yang ia sampaikan menekankan pentingnya memberi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat.
Pada akhirnya, masyarakat dapat memulai langkah sederhana dengan mengurangi ketegangan, mengelola emosi, dan meluangkan waktu untuk bermeditasi.
Ketenangan tidak selalu membutuhkan waktu panjang. Beberapa menit untuk berhenti sejenak dan menarik napas dapat menjadi awal untuk menghadapi aktivitas berikutnya dengan pikiran yang lebih jernih.***





