ALTUMNEWS.com, PESAWARAN — Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan Tanjungkarang membagikan ratusan masker kepada warga Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Sinar Tiga pada Sabtu (4/4). Selain membantu masyarakat, aksi ini juga mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19.
“Kami ingin membantu masyarakat dan pemerintah yang sedang menghadapi COVID-19. Salah satunya, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kami membagikan masker,” kata perwakilan KKPPMP Keuskupan Tanjungkarang, Robert.
Robert juga merupakan anggota Gerakan Aktif Tanpa Kekerasan (GATK) Lampung. Karena itu, ia mengajak warga menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan demikian, masyarakat dapat ikut membantu memutus rantai penyebaran virus korona.
Warga Sinar Tiga Masih Membutuhkan Masker
Kepala Dusun Sinar Tiga, Kusyanto, mengapresiasi bantuan dari KKPPMP Keuskupan Tanjungkarang. Dalam kesempatan tersebut, ia menerima bantuan mewakili Kepala Desa Harapan Jaya.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Harapan kami, wabah korona segera berlalu dan tidak berlarut-larut,” ujar Kusyanto.
Meski demikian, kebutuhan masker di Dusun Sinar Tiga masih cukup besar. Menurut Kusyanto, warga masih membutuhkan sekitar 200 masker.
“Untuk warga Sinar Tiga, kami masih kekurangan sekitar 200 masker lagi,” imbuhnya.
Destinasi Wisata Pesawaran Ikut Terdampak Pandemi
Desa Harapan Jaya merupakan salah satu kawasan wisata di Kabupaten Pesawaran. Di kawasan tersebut, terdapat sejumlah destinasi alam yang cukup dikenal masyarakat.
Di antaranya, Air Terjun Sinar Tiga, Air Terjun Penyarian, dan Bukit Cendana. Namun, pemerintah menutup seluruh lokasi wisata tersebut untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Meski lokasi wisata sudah tutup, sejumlah wisatawan masih sesekali datang ke Desa Harapan Jaya. Oleh sebab itu, upaya pencegahan penularan tetap membutuhkan perhatian.
Gerakan Sejuta Masker untuk Lampung
Ketua KKPPMP Keuskupan Tanjungkarang, Ch Dwi Yuli Nugrahani, menjelaskan bahwa pembagian masker menjadi bagian dari Gerakan Sejuta Masker untuk Lampung.
Menurut Yuli, gerakan tersebut muncul secara spontan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah pandemi COVID-19.
“Kami dan beberapa teman menyebutnya #solidaritaskeuskupantanjungkarangbersamalawancovid19,” kata Yuli.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah komunitas dan organisasi ikut mendukung gerakan tersebut. Caritas Keuskupan Tanjungkarang, KKPPMP, dan Wanita Katolik RI Lampung menjadi bagian dari gerakan ini.
Selain itu, Paguyuban Devosan Kerahiman Ilahi (PDKI) Lampung dan Serikat Sosial Vincentian (SSV) Lampung turut memberikan dukungan. GATK Lampung juga ikut bergerak bersama.
Tidak hanya itu, Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang, OMK, dan Komsos Keuskupan Tanjungkarang ikut mengambil bagian. Sejumlah tarekat suster juga turut mendukung aksi sosial tersebut.
Dengan semangat gotong royong, gerakan ini terbuka bagi masyarakat yang ingin ikut membantu. Pada akhirnya, kepedulian bersama menjadi modal penting untuk menghadapi pandemi.
“Siapa pun yang peduli dapat ikut terlibat,” pungkas Yuli.***





