ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Indonesia telah melewati 76 tahun perjalanan sejak Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Kini, Generasi X, Milenial, dan Generasi Z mengisi kehidupan bangsa.
Setidaknya tiga generasi tersebut masih aktif berkiprah hingga saat ini. Masing-masing memiliki peran dan potensi yang berbeda. Namun, generasi Milenial dan Z memiliki potensi besar. Mereka menjadi ‘pelukis-pelukis’ wajah Indonesia masa kini dan masa depan.
Dengan semangat Pro Ecclesia et Patria, kita turut mengisi, merawat, dan mengembangkan nilai-nilai kebangsaan. Peran tersebut dapat kita jalankan melalui berbagai bidang sesuai kemampuan masing-masing.
Vox Point Indonesia Provinsi Lampung menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan di provinsi ini. Organisasi tersebut secara khusus berada dalam lingkup Keuskupan Sufragan Tanjungkarang.
Tentu, masih banyak organisasi kemasyarakatan lain di Lampung. Latar belakangnya pun beragam. Ada yang bergerak di bidang kebangsaan, gender, kepemudaan, keagamaan, kesukuan, dan profesi. Ada pula organisasi yang menggabungkan berbagai latar belakang tersebut.
Gerakan Antiideologi
Kita mengetahui bahwa ideologi kebangsaan Indonesia sudah tertuang dalam berbagai dokumen kenegaraan. Nilai tersebut juga tercermin dalam empat konsensus kebangsaan. Keempatnya ialah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.
Namun, upaya untuk mengubah atau menggoyahkan konsensus tersebut masih terjadi. Gerakan semacam itu bahkan terus berkembang hingga saat ini.
Sebagai contoh, muncul gagasan untuk menghidupkan kembali kejayaan masa silam. Gagasan tersebut kemudian dikaitkan dengan keinginan membentuk sistem khilafah di Indonesia.
Karena itu, kita tidak boleh menganggap remeh benih-benih gerakan tersebut. Anak bangsa perlu menjaga ideologi negara secara bersama. Sebab, ideologi bangsa dapat menghadapi tantangan jika masyarakat lengah.
Kita tentu tidak ingin Indonesia menjadi sasaran kepentingan negara lain. Karena itu, masyarakat perlu memperkuat wawasan kebangsaan. Generasi muda juga perlu mendapatkan pendidikan kebangsaan yang memadai.
Indonesia Harus Semakin Kuat
Peran organisasi kemasyarakatan yang berpegang pada empat konsensus kebangsaan sangat penting. Organisasi tersebut dapat ikut mengembangkan semangat kebangsaan lintas generasi.
Terlebih lagi, generasi muda membutuhkan ruang untuk belajar dan berkontribusi. Generasi Milenial dan Z memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia.
Sebagai Voxians, kami memiliki visi mengembangkan nilai-nilai kebangsaan. Visi tersebut kami jalankan melalui tiga misi. Ketiganya adalah Kesetaraan, Kerja Sama, dan Partisipasi.
Selanjutnya, kami menjalankan strategi Edukasi, Kajian, dan Kaderisasi. Melalui strategi tersebut, Vox Point Indonesia diharapkan memberi kontribusi nyata bagi Gereja dan negara.
Kiprah kami mungkin belum terlihat luas di tengah Gereja dan masyarakat. Namun, perjuangan tidak berhenti pada kondisi saat ini. Bersama organisasi lain, kami ingin mempersiapkan generasi muda Gereja dan bangsa.
Dengan demikian, generasi penerus dapat mengambil peran pada masa kini dan masa depan. Harapannya, Indonesia semakin kuat dan masyarakat semakin berdaya.
Perjalanan ini ibarat memakai baju sambil menjahit. Begitulah gambaran sebuah perjuangan. Tidak ada perjuangan yang selalu berjalan mulus. Setiap langkah membutuhkan pengorbanan.
Keterlibatan kita sebagai Voxians bukanlah sebuah kebetulan. Kita menjalankannya sebagai panggilan rasul-rasul awam. Panggilan tersebut hadir di tengah berbagai bentuk kerasulan lainnya.
Pada akhirnya, seluruh karya itu bermuara bagi kemuliaan-Nya.
Ad Maiorem Dei Gloriam — St. Ignatius de Loyola.
Dirgahayu ke-76 Republik Indonesia. Bonum Commune!
Penulis: TA. Kumbono, Sekretaris DPD Vox Point Indonesia Provinsi Lampung
Editor: Robertus Bejo





