Provinsi Lampung dikenal memiliki masyarakat yang plural. Berbagai suku dan agama hidup berdampingan dengan rukun di wilayah berjuluk “Bumi Ruwa Jurai” ini. Karena itu, semangat toleransi terus mendapat ruang dalam berbagai kegiatan masyarakat.
ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG – Lagu “Indonesia Raya” dan Mars “Lintas Agama” menggema di pelataran Gereja Ratu Damai, Teluk Betung, Bandar Lampung, Rabu, 1 Mei 2019.
Lagu tersebut mengiringi pembukaan acara “Bazar dan Pentas Seni Lintas Agama”. Dalam kesempatan itu, Ketua Forum Kerukunan Lintas Agama (FKLA) Provinsi Lampung, Dr. Moh. Bahruddin, MA, menyambut baik kegiatan tersebut.
FKLA Ajak Masyarakat Rawat Kerukunan
Selanjutnya, Kiai Bahruddin mengajak masyarakat menebarkan semangat kebersamaan. Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa.
Menurutnya, setiap agama mengajarkan nilai kemanusiaan. Karena itu, masyarakat perlu membangun kebersamaan tanpa mempersoalkan perbedaan.
“Ajaran kita mengajarkan tentang kemanusiaan. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita rajut kebersamaan. Kita hormati kebinekaan. Mari kita menjaga dan mempertahankan kerukunan,” tegas Bahruddin.
Selain itu, ia mengajak masyarakat menjadikan perdamaian sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Motto kita selalu, damai itu indah, rukun itu menyenangkan,” imbuh Kiai Bahruddin.
Gereja Dorong Pelayanan Kemanusiaan
Sementara itu, Vikaris Jenderal Keuskupan Tanjungkarang, Yohanes Samiran, SCJ, mengaku terharu melihat partisipasi berbagai organisasi lintas agama. Menurutnya, kebersamaan tersebut menunjukkan kuatnya semangat persaudaraan di Lampung.
Lebih lanjut, Romo Samiran berharap kegiatan itu memperkuat pelayanan dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, ia meminta masyarakat melihat bazar bukan sekadar kegiatan perdagangan.
“Moga-moga ini akan menjadi pendukung untuk semangat pelayanan belas kasih dan kemanusiaan. Jadi pertama-tama bukan berdagang atau jualannya, tetapi menggalang hati untuk mewujudkan belas kasih,” kata Romo Samiran.
Kemudian, ia mengingatkan bahwa manusia dapat menjadi perpanjangan tangan kasih Tuhan. Dengan demikian, setiap orang memiliki kesempatan untuk melayani dan membantu sesama.
“Maka kita diajak untuk bersama-sama bukan untuk mengembangkan semangat dunia, tetapi semangat ilahi, belas kasih, cinta kasih, dan juga pelayanan kemanusiaan,” tandasnya.
Camat Teluk Betung Selatan Tekankan Harmoni
Pada kesempatan berikutnya, Camat Teluk Betung Selatan, Husin, SE, membuka kegiatan tersebut. Ia meminta seluruh elemen masyarakat menjaga harmoni sosial dan kerukunan umat beragama.
“Kita pada prinsipnya mengharapkan antar satu dengan yang lainnya saling menghormati dan rukun antar sesama,” ucap Husin.
Setelah itu, Husin memukul gong sebanyak lima kali. Aksi tersebut menjadi simbol kerukunan dalam kebinekaan.
Tokoh Lintas Agama Deklarasikan Perdamaian
Selanjutnya, para pimpinan dan perwakilan tokoh lintas agama se-Provinsi Lampung membacakan deklarasi damai. Romo Philipus Suroyo memimpin pembacaan deklarasi tersebut.
Melalui deklarasi itu, komunitas lintas agama menyatakan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban. Selain itu, mereka berkomitmen menjaga keutuhan bangsa dan persaudaraan.
“Deklarasi damai Komunitas Jaringan Lintas Agama bersama-sama akan menjaga keamanan dan ketertiban serta keutuhan bangsa, karena kita semua bersaudara. NKRI harga mati!”
Sementara itu, sejumlah tokoh turut menghadiri acara tersebut. Mereka antara lain Sekretaris PGIW Lampung Pdt. Samuel D. Luas, perwakilan Konghucu Andi Wiranata, Romo Devosional RP Ambrosius Dhani Indrata, SCJ, serta Dr. Sudarman dari UIN Raden Intan.
Pada akhirnya, kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan lintas agama di Lampung. Selain menjadi ruang perjumpaan, acara ini juga memperkuat persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan demikian, bazar dan pentas seni lintas agama tidak hanya menghadirkan hiburan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana merawat toleransi, kebinekaan, dan persatuan masyarakat Lampung.
Kontributor: Dean Intania





