ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG – Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) serta Kerawam Keuskupan Tanjungkarang, RD Philipus Suroyo, menyerukan perdamaian untuk Indonesia.
Romo Roy, sapaan RD Philipus Suroyo, menyampaikan seruan itu bersama tokoh agama dan cendekiawan Muslim. Sebelumnya, mereka menggelar pertemuan atau multaqo untuk memperkuat perdamaian di Indonesia, khususnya Provinsi Lampung.
Pertemuan tersebut berlangsung di Novotel Hotel Lampung, Senin, 20 Mei 2019. Dalam pertemuan itu, pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, cendekiawan, dan tokoh lintas agama turut hadir.
Selain menyerukan perdamaian, para tokoh tersebut mengajak masyarakat menjauhi pertengkaran dan perpecahan. Mereka juga mengingatkan masyarakat agar saling memaafkan serta menjaga situasi Lampung tetap kondusif.
“Mari kita jaga persatuan dan kerukunan yang selama ini telah kita rajut. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi persatuan dan kerukunan harus kita kedepankan,” kata Romo Roy.
Sembilan Seruan Kebangsaan untuk Masyarakat Lampung
Selanjutnya, Forum Multaqo Ulama, Cendekiawan Muslim, dan Tokoh Lintas Agama Provinsi Lampung menyampaikan sembilan seruan kebangsaan. Seruan tersebut muncul menjelang penetapan hasil Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pertama, forum mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas kehidupan sosial dan politik di Provinsi Lampung. Selain itu, masyarakat perlu memelihara persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kedua, forum mendorong masyarakat memperkuat persatuan melalui silaturahmi. Dengan demikian, masyarakat dapat menghindari pertengkaran, perpecahan, dan tindakan yang mengganggu harmoni sosial.
Ketiga, masyarakat diminta bersikap arif dalam menyikapi informasi. Karena itu, setiap informasi perlu diklarifikasi atau melalui proses tabayyun. Forum juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh ajakan people power yang dinilai inkonstitusional.
Keempat, forum mengajak masyarakat memberikan kepercayaan kepada pemerintah dan lembaga negara. Dalam hal ini, KPU, Bawaslu, MK, serta TNI-Polri perlu menjalankan tugas secara transparan dan profesional.
Kelima, peserta Pemilu diminta menempuh jalur hukum jika menemukan dugaan kecurangan atau pelanggaran. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat menyelesaikan persoalan melalui mekanisme demokrasi dan konstitusi.
Keenam, forum meminta pasangan calon menerima hasil Pemilu dengan sikap dewasa. Dengan kata lain, setiap pasangan calon perlu siap menang dan siap kalah. Pasangan yang menang juga perlu menghindari ekspresi kemenangan secara berlebihan.
Ketujuh, forum mengajak elite politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, media massa, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi perekat bangsa. Selanjutnya, mereka perlu membantu mendinginkan suasana agar proses demokrasi berjalan aman dan tertib.
Kedelapan, forum meminta aparat kepolisian menegakkan hukum secara tegas, adil, transparan, dan profesional. Pada saat yang sama, aparat perlu memberikan perlindungan serta kepastian hukum kepada masyarakat tanpa membedakan status sosial.
Kesembilan, forum memohon kepada Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Esa agar proses Pemilu berjalan lancar, demokratis, dan aman. Dengan demikian, masyarakat berharap Pemilu menghasilkan pemimpin bangsa yang legitim dan konstitusional.
Tokoh Lintas Agama Tandatangani Seruan
Sementara itu, Forum Multaqo Ulama, Cendekiawan Muslim, dan Tokoh Lintas Agama Provinsi Lampung menyampaikan seruan tersebut di Bandar Lampung pada 20 Mei 2019.
Adapun para tokoh yang tercantum dalam forum tersebut antara lain:
- Dr. KH Khairudin Tahmid, MH – Ketua Umum MUI Lampung.
- Prof. Dr. KH Moh Mukri – Ketua PW NU Lampung.
- Dr. Ir. H. Yusuf S. Barusman, MBA – Ketua ICMI Orwil Lampung.
- Abd. Azib Zanim, S.IP., MM – FKUB Provinsi Lampung.
- Pdt. Christya P. Poetra – Ketua PGIW Lampung.
- Romo Roy – Ketua HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang.
- Indra Halim – Ketua Majelis Budhayana Indonesia (MBI).
- Kadek Sayang – PHDI Provinsi Lampung.
Dengan seruan tersebut, para tokoh lintas agama berharap masyarakat Lampung tetap menjaga persatuan. Selain itu, mereka mendorong seluruh pihak menghormati proses demokrasi dan menjaga kedamaian setelah Pemilu.***





