ALTUMNEWS.com, PRINGSEWU – Uskup Keuskupan Tanjungkarang Mgr Yohanes Harun Yuwono menetapkan tugas baru bagi 17 Imam Petugas Pastoral. Keputusan itu kemudian disampaikan dalam Perayaan Tahbisan Imam dan Diakon 2019.
Perayaan tersebut berlangsung di Gereja St. Yusup Pringsewu, Selasa, 20 Agustus 2019. Setelah Misa Tahbisan, Sekretaris Keuskupan Tanjungkarang Romo Kornelius Anjarsi membacakan Surat Keputusan (SK) Uskup.
Menurut Romo Anjar, keputusan tersebut mengatur perubahan tempat tugas dan penugasan baru bagi sejumlah imam. Selain itu, kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 September 2019.
Selanjutnya, Romo Anjar menjelaskan bahwa Uskup Tanjungkarang menerbitkan SK Nomor 208/SK/7/2019 hingga SK Nomor 228/SK/8/2019.
Perubahan Tugas Pastor di Keuskupan Tanjungkarang
Berikutnya, Keuskupan Tanjungkarang menetapkan sejumlah perubahan tugas bagi para Imam Petugas Pastoral.
- Romo Stefanus Ruswan Budi Sunaryo MSF mendapat tugas sebagai Pastor Rekan di Paroki Santo Yohanes Rasul Kedaton, Bandar Lampung. Sebelumnya, ia menjalankan penjajakan kerja sama antara Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) Provinsi Jawa dan Keuskupan Tanjungkarang. Kini, ia tinggal di Rumah Komunitas MSF di Stasi Way Kandis.
- Romo Ignasius Supriyatno MSF mendapat tugas sebagai Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Tanjungkarang. Dalam tugas tersebut, ia menjalankan kerja sama dengan Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) Provinsi Jawa. Selain itu, ia tinggal di Rumah Komunitas MSF di Stasi Way Kandis.
- Romo Yulianus Bambang Condro Saptono meninggalkan tugas sebagai Ekonom Keuskupan Tanjungkarang. Selanjutnya, ia memimpin pembangunan Rumah Retret atau Rumah Pembinaan Umbul Pelem Pinang Jaya. Selain itu, ia melayani sebagai Pastor Rekan di Paroki Ratu Damai Teluk Betung, Bandar Lampung.
- Romo Wolfran Safari meninggalkan tugas sebagai Pastor Rekan di Unit Pastoral Santo Kristoforus Bakauheni. Selanjutnya, ia menjalankan tugas sebagai Ekonom Keuskupan Tanjungkarang.
- Romo Agustinus Sudaryanto meninggalkan tugas sebagai Pastor Rekan Paroki Yohanes Paulus Murni Jaya. Kemudian, ia menjalankan tugas sebagai Pastor Kepala Paroki Yohanes Paulus Murni Jaya.
- Romo Yohanes Thedens Tana meninggalkan tugas sebagai Pastor Rekan Paroki Hati Kudus Yesus Metro. Selanjutnya, ia melayani sebagai Pastor Rekan Paroki Yohanes Paulus Murni Jaya.
- Romo Bernad Hariyanto Silaban meninggalkan tugas sebagai Pastor Kepala Unit Pastoral Santo Kristoforus Bakauheni. Setelah itu, ia melayani sebagai Pastor Rekan di unit pastoral tersebut.
- Romo Petrus Tripomo meninggalkan tugas sebagai Pastor Kepala Paroki Yohanes Paulus Murni Jaya. Selanjutnya, ia memimpin Unit Pastoral Santo Kristoforus Bakauheni sebagai Pastor Kepala.
- Romo Yohanes Baptis Widarman meninggalkan tugas sebagai Pastor Kepala Santo Andreas Rasul Margo Agung. Kemudian, ia melayani sebagai Pastor Rekan Paroki Keluarga Kudus Sidomulyo.
- Romo Philipus Suroyo meninggalkan tugas sebagai Pastor Rekan Paroki Ratu Damai Teluk Betung. Selanjutnya, ia memimpin Santo Andreas Rasul Margo Agung sebagai Pastor Kepala.
Imam dengan Tugas Tambahan
Selain perubahan tugas pastoral, beberapa imam juga mendapat tugas tambahan.
- Romo Yohanes Kurniawan Jati mendapat tugas tambahan sebagai Pastor Rekan di Paroki Santo Yohanes Rasul Kedaton.
- Romo Bernadus Budi Widianto mengakhiri tugasnya sebagai Direktur Diosesan Karya Kepausan Indonesia (Dirdios KKI) Keuskupan Tanjungkarang. Dengan demikian, ia tidak lagi menjalankan jabatan tersebut.
- Sr. Miriam, HK mendapat tugas sebagai Direktur Diosesan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Tanjungkarang. Selanjutnya, ia menjalankan tanggung jawab tersebut.
- Romo Gregorius Suripto mendapat tugas tambahan sebagai Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang. Sementara itu, ia tetap tinggal di Paroki Katedral Kristus Raja Tanjungkarang.
Imam yang Melanjutkan Studi
Di sisi lain, dua imam mendapat tugas untuk melanjutkan studi.
- Romo Fransiskus Xaverius Dista Kristanto meninggalkan tugas sebagai Pastor Rekan Santo Andreas Rasul Margo Agung. Selanjutnya, ia melanjutkan studi di Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta.
- Romo Robertus Maikel Nopen Saputro meninggalkan tugas sebagai Pastor Rekan di Paroki Yohanes Rasul Kedaton. Kemudian, ia melanjutkan studi di Paris, Prancis.
- Diakon Fransiskus Arisyanto mendapat tugas pastoral sebagai diakon di Santo Andreas Rasul Margo Agung. Dengan tugas tersebut, ia mulai menjalankan pelayanan pastoral di tempat baru.
Dewan Keuangan Periode 2019-2024
Selain mengatur tugas pastoral, Keuskupan Tanjungkarang juga mengakhiri masa kerja Dewan Keuangan periode 2014-2019.
Untuk itu, Keuskupan Tanjungkarang menyampaikan terima kasih kepada Romo Yohanes Avila Suryo Widyohening SCJ, Siprianus Suryanto Salim, Andreas Satiawan, Tarsisius Purnomo, dan Jenny Yulia Sulistiani.
Selanjutnya, Keuskupan Tanjungkarang membentuk Dewan Keuangan periode 2019-2024.
Berikut susunan anggota barunya:
- Romo Yohanes Kurniawan Jati
- Fransisca Winarti Miharto
- Hiasinta Cecilia Ho Lie Tjoe
- Rafael Johan Gani
- Dionisius Herowanto
- Gregorius Sentosa Johan
- Petrus Tony Mursalim
- Thomas Hartono
- Herry Gunawan
- Franky Wijaya
Tugas Baru Berlaku 1 September 2019
Pada akhirnya, Romo Anjar menegaskan bahwa seluruh perubahan tugas mulai berlaku pada 1 September 2019.
“Demikianlah saudara-saudari peralihan tempat tugas baru beberapa imam petugas pastoral Keuskupan Tanjungkarang dan Dewan Keuangan Keuskupan Tanjungkarang periode 2019-2024 yang akan mulai berlaku efektif per tanggal 1 September 2019,” ucap Romo Anjar.
Kemudian, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada para petugas pastoral yang menjalankan tugas sebelumnya.
“Kepada semua pribadi yang mengemban tugas baru dan yang berpindah ke tempat yang baru, diucapkan terima kasih dan selamat bertugas,” tutupnya.***





