ALTUMNEWS.com, LAMPUNG SELATAN – Umat Paroki Margo Agung, Jati Agung, Lampung Selatan, merayakan pesta Santo Pelindung. Dalam perayaan tersebut, umat menghormati Santo Andreas.
Sebelumnya, umat menyiapkan berbagai kegiatan untuk menyambut pesta pelindung. Kemudian, mereka menggelar perayaan pada Minggu, 24 November 2019. Perayaan itu juga bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja.
Selanjutnya, kegiatan berlangsung di Gereja Paroki Margo Agung. Umat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh sukacita.
Sebagai pembuka, umat mengikuti perayaan Ekaristi. Pastor Kepala Paroki Margo Agung, Romo Roy, memimpin perayaan tersebut. Selain itu, Diakon Fransiskus Arisyanto membantu Romo Roy dalam perayaan Ekaristi.
Dalam homilinya, Romo Roy mengajak umat menemukan kegembiraan dalam kehidupan. Menurutnya, sukacita dapat tumbuh melalui pengalaman bersama Yesus Kristus.
“Hendaklah umat dapat membagikan pengalaman kegembiraan dan suka cita kepada banyak orang. Karena itu, peduli dan pekalah terhadap situasi, duka, derita, dan kesulitan orang lain,” katanya.
Selain mengajak umat berbagi sukacita, Romo Roy juga mengingatkan pentingnya kepedulian. Dengan demikian, umat Katolik di Margo Agung dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
Pada saat yang sama, Romo Roy meminta umat tetap menghargai berbagai perbedaan. Sebab itu, perayaan pesta pelindung menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan.
Pelantikan Pengurus OMK
Tidak hanya itu, perayaan tersebut juga menjadi momentum pelantikan pengurus pendamping Orang Muda Katolik (OMK). Dalam kesempatan itu, Romo Roy melantik pengurus untuk periode 2019-2022.
Selanjutnya, Romo Roy menyampaikan harapan kepada para pengurus baru. Ia meminta mereka aktif menjalankan tugas dan panggilan.
“Saya memiliki harapan besar kepada yang dilantik untuk bangkit, hidup bergerak, dan berbuah. Oleh karena itu, jadikan tugas panggilan kalian sebagai persembahan kepada Tuhan,” tegasnya.
Beragam Kegiatan Meriahkan Pesta Pelindung
Sementara itu, Ketua Panitia Pesta Pelindung Paroki Margo Agung, Yohanes Titis Trinoto, menjelaskan rangkaian kegiatan. Selain perayaan Ekaristi, panitia juga menyiapkan berbagai perlombaan.
“Di antaranya lomba mewarnai, pentas seni, door prize, dan animasi dari OMK stasi. Kemudian, seluruh kegiatan diawali dengan potong tumpeng oleh Romo Roy,” ucapnya.
Dengan demikian, pesta Santo Pelindung Paroki Margo Agung berlangsung dalam suasana penuh sukacita. Selain memperkuat iman, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan umat.
Pada akhirnya, perayaan Santo Andreas menjadi kesempatan bagi umat untuk memperkuat iman. Di sisi lain, umat juga mendapat kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan kepedulian kepada sesama.***





