Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung melaksanakan Panen Bersama Secara Virtual Serentak Se-Indonesia Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari di Kabupaten Lampung Tengah

0
281
Panen Pekarangan Pangan Lestari (P2L) bersama Menteri Pertanian secara virtual. di kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Dusun I Kampung Pujo Basuki, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, Kamis, (24/9/2020).

ALTUMNEWS.com, LAMPUNG TENGAH – Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung melakukan kegiatan Panen Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dalam rangka Hari Tani 2020 serentak se-indonesia bersama Menteri Pertanian secara virtual. Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Acara ini dilaksanakan di kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Dusun I Kampung Pujo Basuki, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, Kamis, (24/9/2020).

Tampak hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung yang diwakili Kepala UPTD Balai Pengawas Mutu dan Keamanan Pangan, Ir. Sukmawarni, MM. Hadir juga mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Ny. Achyati Kusnardi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung Tengah Jumali, SP,  Camat Trimurjo Wanda Rusli, Kades Kampung Pujo Basuki, serta anggota KWT Lestari.

Mewakili Kadis, Kepala UPTD Balai Pengawas Mutu dan Keamanan Pangan, Sukmawarni menerangkan, program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting, daerah rentan rawan pangan atau daerah pemantapan ketahan pangan.

“Kegiatan P2L ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan kosong yang tidak produktif sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga,” kata Sukmawarni.

Sukmawarni menegaskan, pada masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan P2L merupakan salah satu upaya untuk menjamin ketersedian pangan di tingkat rumah tangga.

Dikatakan Sukmawarni, kegiatan panen bersama serentak se-Indonesia ini adalah bentuk apresiasi terhadap kegiatan Pekarangan Pangan Lestari, dimana setiap daerah memilih dan menentukan lokasi terbaik dari masing-masing provinsi untuk dijadikan tuan rumah acara.

“Diharapkan bagi Kelompok Wanita Tani penerima bantuan pemerintah Pekarangan Pangan Lestari dapat menjadi contoh dan acuan bagi KWT-KWT lain untuk lebih giat dan bersemangat dalam menjalankan bantuan ini,” pungkasnya.

BACA JUGA:  SMP Xaverius 1 Bandarlampung Gelar Lomba Kompetensi Siswa Tingkat Provinsi Lampung

Pada kesempatan itu, Kasi Konsumsi dan Pangan Lokal Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Syahruddin, SP mengajak masyarakat untuk mendukung ketahanan dan diversifikasi pangan.

“Tujuan dari diversifikasi pangan yang utama antara lain mengatasi krisis pangan global dan ancaman kekeringan, penyediaan pangan alternatif sumber karbohidrat lokal non beras, menggerakan ekonomi masyarakat melalui UMKM, mewujudkan sumberdaya manusia yang sehat, aktif, dan prouktif melalui kecukupan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman,” katanya.

Menurut Syahruddin, pemanfaatan pangan lokal secara masif dinilai mampu memberikan kontribusi positif untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional.

“Inovasi teknologi produk pangan lokal mutlak harus dilakukan bukan saja terhadap aspek mutu, gizi dan keamanan, tetapi yang tidak kalah penting adalah harus menyentuh aspek preferensi konsumen. Khususnya di bidang diversifikasi pangan lokal yang ideal sesuai budaya setempat,” tandasnya.

Pada tempat yang sama, Ny. Achyati Kusnardi, mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan.

“Saya mengajak kepada masyarakat supaya mau menggunakan pekarangan-pekarangan, Kita bisa memanfaatkan pekarangan kita untuk memenuhi gizi keluarga kita. Dengan mengkonsumsi pangan sehat yang disebut dengan istilah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) menuju Lampung berjaya,” pungkasnya.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari, Dewi Lestarinigsih memberikan testimoninya semenjak tergabung, terutama untuk peningkatan ekonomi keluarga.

“Banyak keuntungan yang kami dapatkan dalam memanfaakan lahan pekarangan, ini dapat dinikmati seluruh anggota kelompok dan kelebihannya bisa dijual untuk menambah nilai ekonomi keluarga,” katanya.

Ditemui di kantornya, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Ida Rachmawati mengemukakan pentingnya menumbuhkembangkan UMKM.

BACA JUGA:  Sukses dengan Rangkaian UBER Milyaran 2018, BFI Finance Rampungkan Pengundian Nasional di Bandar Lampung

“UMKM sebagai salah satu bagian dalam roda penggerak perekonomian terutama pada masa-masa pandemi covid-19. Roda perekonomian di Provinsi Lampung harus terus bergerak untuk memulihakan perekonomian,” katanya.

Ida Rachmawati menegaskan pangan merupakan urusan wajib, oleh karena itu dia berharap tidak ada masalah pangan di Lampung seperti kelaparan, mal nutrisi, keracunan pangan dan gejolak harga pangan. Perlu komitmen bersama untuk bersinergi antar program untuk mencapai tujuan bersama mewujudkan Lampung Berjaya.

“Marilah kita hidup sehat, aktif dan produktif dengan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang dan aman menuju rakyat Lampung Berjaya,” tutupnya.***

Editor : Robert

Facebook Comments