ALTUMNEWS.com, LAMPUNG SELATAN — Di tengah kesibukannya, Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD Lampung, Ellysabet Sri Puryani, menyempatkan diri menghadiri panen raya.
Panen tersebut berlangsung di kebun milik Wanita Katolik RI Cabang Marga Agung, Lampung Selatan. Selain sayuran, mereka juga memanen ikan lele.
Sebagaimana diketahui, Wanita Katolik RI Cabang Marga Agung memanfaatkan lahan tidur di area Gereja St. Andreas Margo Agung. Mereka mulai mengelola lahan tersebut selama pandemi Covid-19.
Lahan itu memiliki luas 5 x 10 meter. Para anggota menanaminya dengan berbagai jenis sayuran.
Di antaranya terdapat pakcoy, terong, kangkung, bayam, cabai, tomat, timun, labu kuning, dan daun bawang. Mereka juga menanam sejumlah komoditas sayuran lainnya.
Selain kebun sayuran, mereka membuat kolam ikan lele di lahan tersebut.
Panen Raya untuk Membantu Warga
Pada Rabu (25/11/2020), para anggota Wanita Katolik RI Cabang Marga Agung kembali menggelar panen. Anggota Wanita Katolik RI DPD Lampung juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Hasil panen kemudian mereka bagikan kepada warga yang membutuhkan. Penerima bantuan merupakan warga terdampak pandemi Covid-19.
Sebagian penerima juga tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Marga Kaya dan Desa Marga Agung.
Panen kebun tersebut memberikan manfaat bagi warga. Terutama bagi keluarga yang kehilangan pendapatan selama pandemi.
Manfaatkan Lahan untuk Ketahanan Pangan
Wanita Katolik RI Cabang Marga Agung menggagas pemanfaatan lahan tidur tersebut. Mereka mengubahnya menjadi kebun produktif.
Selanjutnya, hasil kebun mereka bagikan kepada warga. Langkah ini menjadi salah satu upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat selama pandemi Covid-19.
Selain menghasilkan pangan, kegiatan tersebut juga mendorong warga memanfaatkan lahan di sekitar rumah. Dengan begitu, masyarakat dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.
“Kami berharap ke depannya bisa menggulirkan bibit sayuran ataupun bibit lele kepada ibu-ibu yang belum memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk ketahanan pangan keluarga. Mungkin juga bisa lebih luas berbagi ke cabang lain,” harap Ellysabet Sri Puryani.***





