oleh

Situs Diduga Candi Peninggalan Agama Budha di Batu Putih Ketapang Lampung Selatan

ALTUMNEWS.Com, KETAPANG — Situs purbakala penginggalan Budha di Batu Putih, Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan diduga kuat candi. Sedikitnya ada empat benda peninggalan purbakala berupa bagian-bagian batu yang tercecer, arca bergaya Budha dan keramik. Uniknya lagi ditemukan sumur beriamater kurang lenbih 50 cm dengan kedalaman satu meter yang terus menerus terisi air, padahal tidak ada mata airnya.

“Hasil penelitian saat itu belum bisa disimpulkan, tapi dari temuan struktur sebaran batanya mengindikasi seperti sisa bangunan pusat keagamaan yang lebih mengarah kepada peribadatan Agama Budha, “ kata Deni Sutrisna, Ketua Balai Arkeologi Jawa Barat (Balar) di lokasi penemuan situs, Sabtu (17/04/2021).

Deni membeberkan pihaknya pernah melakukan penelitian dengan melakukan penggalian langsung di area lokasi tersebut pada tahun 1995 silam.

“Perjalanannya sudah sekian tahun, ternyata sudah banyak berubah. Dari informasi staf senior kami pak Nanang Saptono, bahwa pada saat itu belum ada bangunan megah Pura Segara Batu Putih ini. Beliau mengatakan bahwa dulu puranya masih kecil dan terbuat dari bahan kayu,” jelasnya.

Deni mengingatkan akan pentingnya penemuan situs yang diduga kuat candi peninggalan agama Budha.

“Karna bagi Provinsi Lampung, khususnya Kabupaten Lampung Selatan, situs ini sangatlah penting, karna di Provinsi Lampung sangat minim sekali situs yang berbau keagamaan Hindu-Budha, karna kita tau bersama, candi-candi hanya adanya di Pulau Jawa. Situs ini diperkirakan kuatnya mengarah ke situs umat Budha saat itu,” pungkas Ketua Balar ini.

Sementara itu, Nanang Saptono salah satu anggota Tim Peneliti Utama yang pernah melakukan penggalian tahun 1995 menjelaskan pada saat itu ditemukan struktur puing-puing bangunan. Namun belum dapat disimpulan.

BACA JUGA:  Kantongi Sertifikat Standar Internasional, ASDP Berkomitmen Terus Hadirkan Layanan dan Keselamatan Bermutu Prima

“Memang indikatornya ini bangunan suci, karna kita menemukan potongan Arca bagian kaki kemudian dititipkan ke salah satu warga pemilik tanah. Berdasarkan temuan di sini dan laporan yang lain, bahwa di lokasi ini banyak ditemukan Arca bergaya Budha. Dari struktur temuan-temuan batu batanya di sini menyatakan adanya bangunan candi yang diperkirakan berbarengan di masa abad ke-8 Kerajaan Sriwijaya di Sumatra Selatan,” terangnya.

Nanang mewanti-wanti warga sekitar untuk tidak merusak lokasi penemuan situs dengan mendirikan bangunan permanan di situ.

“Karena di daerah Lampung bagian selatan, situs ini adalah satu-satunya, tidak ada lagi. Jadi kelangkaannya itu sangat sangat tinggi. Kalau kita mau merekontruksi itu seperti Candi Prambanan di Jawa yang hancur, enggak mungkin, materialnya kurang. Tapi setidaknya jejaknya masih ada. Maka harus dilestarikan, jangan malah tambah rusak lagi,” pungkasnya.***

Kontributor : Amin Padri
Editor : Robertus Bejo

Komentar

News Feed