ALTUMNEWS.COM, BANDARLAMPUNG — Gempa bumi bermagnitudo 5,5 mengguncang Lampung. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/8/2021) pukul 18.08 WIB.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 18.08 WIB. Selain itu, BMKG juga menyampaikan informasi tersebut melalui Instagram @infobmkg.
Menurut BMKG, pusat gempa berada di koordinat 6,43 Lintang Selatan dan 104,58 Bujur Timur. Sementara itu, lokasi tersebut berada sekitar 10 kilometer barat daya Tanggamus.
Selanjutnya, BMKG mencatat kedalaman gempa mencapai 10 kilometer. Namun demikian, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa Terasa Kuat Saat Misa
Sementara itu, getaran gempa terasa di Telukbetung, Bandarlampung. Bahkan, sejumlah warga merasakan guncangan cukup kuat.
Salah satunya Ancilla Cucu Lukman Ali. Saat kejadian, Cucu sedang mengikuti misa di Gereja Katolik Ratu Damai Telukbetung.
Ketika gempa mengguncang, Cucu dan sejumlah umat Katolik langsung berlari keluar gereja. Setelah itu, mereka berkumpul di luar bangunan.
“Gempa gede banget. Gue di gereja lagi misa. Kabur. Romo Apol lari, gue ikut lari,” kata Cucu kepada Altumnews.com, Jumat (6/8/2021) sekitar pukul 18.12 WIB.
Menurut Cucu, gempa mengguncang sebanyak dua kali. Selain itu, guncangan kedua terasa lebih kuat.
Bahkan, guncangan kedua berlangsung lebih lama. Karena itu, umat Katolik memilih tetap berada di luar gereja.
Umat Katolik Takut Gereja Roboh
Lebih lanjut, Cucu mengaku panik saat gempa kembali mengguncang. Menurutnya, kondisi tersebut membuat umat Katolik takut.
“Iya, kita takut gereja roboh. Dua kali gempanya. Yang kedua gede dan lama,” ujar Cucu.
Selain takut bangunan roboh, Cucu juga mengkhawatirkan kaca gereja. Karena itu, ia memilih keluar bersama umat Katolik lainnya.
“Astagaaa, gede tau. Kaca-kaca gereja kita takut runtuh. Makanya kabur, padahal lagi live misa,” terang Cucu.
Hingga kini, belum ada informasi mengenai kerusakan akibat gempa tersebut. Selain itu, belum ada laporan mengenai korban dalam peristiwa tersebut.
Dengan demikian, masyarakat tetap perlu mengikuti informasi resmi BMKG. Terutama, warga perlu memperhatikan perkembangan informasi gempa dan potensi gempa susulan.***





