Romo Yohanes Sulatin, Panggilan Imam Tumbuh Sejak Jadi Misdinar

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG – Romo Yohanes Sulatin, Pr., lahir di Tri Rejo Mulyo, Penawar Tama, Tulang Bawang, pada 14 Oktober 1992.

Sulatin merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Sementara itu, Emilius Dalimin dan Theresia Sarinah merupakan orang tua Sulatin.

Panggilan Imam Tumbuh Sejak SD

Sejak duduk di kelas empat SD, Sulatin mulai ingin menjadi imam. Saat itu, ia aktif sebagai misdinar.

Ketika itu, Sulatin rutin mengikuti Perayaan Ekaristi. Ia juga memperhatikan imam yang memimpin misa.

Dari pengalaman tersebut, muncul keinginannya untuk menjadi imam.

“Saat Romo yang memimpin Perayaan Ekaristi mengangkat Hosti dan Piala, saya mengatakan dalam hati, ‘Jadi romo itu sepertinya enak karena bisa makan Hosti besar dan minum anggur’,” kata Sulatin.

Sejak momen itu, ia mulai menyimpan cita-cita menjadi imam.

“Kalau sudah besar saya akan menjadi seorang Imam,” ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Komsos Keuskupan Tanjungkarang yang dikutip Altumnews.com, Selasa (16/11/2021).

Memilih Motto dari Injil Yohanes

Dalam perjalanan panggilannya, Sulatin kemudian memilih motto dari Injil Yohanes 15:16.

Motto tersebut berbunyi, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.”

Menurut Sulatin, ayat tersebut menggambarkan perjalanan panggilannya. Ia menyadari keterbatasan dirinya sebagai manusia.

“Saya menyadari bahwa sebagai pribadi saya adalah orang yang pas-pasan. Saya tidak punya banyak kemampuan. Tetapi, Tuhan memakai itu untuk mewartakan Kerajaan Allah,” tuturnya.

Karena itu, ia memilih ayat tersebut sebagai motto panggilannya.

Selain itu, Sulatin percaya Allah memberikan tugas pelayanan kepadanya. Ia pun ingin menjalankan tugas tersebut dengan sungguh-sungguh.

Ajak Kaum Muda Menjawab Panggilan Tuhan

Selanjutnya, Sulatin berharap pelayanan imamatnya menghasilkan buah. Ia ingin memberikan manfaat bagi dirinya dan umat yang ia layani.

“Harapannya itu juga berbuah secara khusus dalam diri saya dan dalam diri umat yang saya layani,” ungkapnya.

Karena itu pula, Sulatin mengajak kaum muda agar berani menanggapi panggilan Tuhan.

“Untuk Anda teman-teman muda di mana pun Anda berada, jangan takut untuk menanggapi panggilan Tuhan,” pesannya.

Menurutnya, Tuhan terus memanggil manusia untuk menjalankan kehendak-Nya.

Oleh sebab itu, Sulatin mengajak kaum muda untuk berani mengambil langkah.

“Saya sudah mencoba untuk menjawab panggilan Tuhan untuk menjadi imam. Kini giliran Anda untuk menanggapi panggilan Tuhan itu. Tuhan memberkati,” pungkasnya.

Sulatin Terima Tahbisan Imam

Sebelumnya, Uskup Agung Keuskupan Palembang Mgr. Yohanes Harun Yuwono menahbiskan RD Yohanes Sulatin sebagai imam.

Prosesi tahbisan berlangsung di Paroki Ratu Damai Telukbetung, Bandarlampung, pada Selasa (16/11/2021).

Dengan demikian, Sulatin resmi memulai tugasnya sebagai imam di Keuskupan Tanjungkarang. Selanjutnya, ia akan menjalankan pelayanan pastoral sesuai perutusannya.***