ALTUMNEWS.Com, LAMPUNG SELATAN — Umat Katolik merayakan Minggu Palma menjelang Paskah. Pada Minggu, 10 April 2022, ratusan umat mengikuti perayaan di Gereja Katolik Santo Yosep, Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.
Umat yang hadir berasal dari dua stasi di Paroki Keluarga Kudus Sidomulyo. Kedua stasi tersebut ialah Way Gelam dan Trimomukti.
Prosesi Pemberkatan Daun Palma
Tepat pukul 10.00 WIB, Romo Yohanes Baptis Widarman memberkati daun palma di halaman gereja. Setelah itu, umat berjalan menuju gereja sambil melambaikan daun palma dan bernyanyi.
Prosesi tersebut mengajak umat menghayati pengalaman rohani warga Yerusalem. Saat itu, mereka menyambut Yesus sebagai Raja.
“Terpujilah Putera Daud! Terberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan! Terpujilah yang mahatinggi!”
Pesan Romo Widarman tentang Salib
Dalam homilinya, Romo Widarman menjelaskan makna kesetiaan Yesus hingga wafat di kayu salib. Menurutnya, Salib menjadi risiko dari perjuangan, kesetiaan, ketaatan, pengorbanan, dan cinta yang total.
“Salib adalah jalan untuk mencapai keselamatan, kesempurnaan dan kebahagiaan.”
Karena itu, Romo Widarman mengajak umat berjalan bersama Yesus. Ia menegaskan bahwa ketekunan sampai akhir akan membawa manusia menuju kemuliaan.
“Karena itu, kita pun diajak untuk berjalan bersama Yesus, agar pada akhirnya kita pun dimuliakan bersama-Nya. Sebab yang bertahan sampai akhir, akan memperoleh mahkota kemuliaan yang abadi.”
Ajakan untuk Bertobat
Selanjutnya, Romo Widarman mengingatkan umat agar terus bertobat. Ia mengajak umat menghayati semangat Duc in Altum, atau bertolak ke tempat yang lebih dalam.
“Dengan semangat ‘Duc in Altum’ ~ bertolak ke tempat lebih dalam ~ kita akan mempunyai kekayaan wawasan, pengetahuan, sukacita dan damai sejahtera.”
Melalui semangat tersebut, umat diajak memperbaiki seluruh aspek kehidupan. Umat juga perlu bertumbuh dalam kekudusan, kemurahan hati, serta kasih kepada Tuhan.
Tuhan memanggil umat bukan sekadar menjalani kehidupan biasa. Sebaliknya, umat diajak bertumbuh sebagai anak-anak Allah.
Makna Minggu Palma
Minggu Palma menjadi pembuka Pekan Suci. Pada momen ini, umat mengenang perjalanan Yesus menuju sengsara, wafat, dan kebangkitan.
Selain itu, umat mengenang kedatangan Yesus ke Yerusalem. Masyarakat menyambut-Nya dengan sorak-sorai, nyanyian, dan lambaian daun palem.
Karena itu, Gereja menyebut perayaan tersebut sebagai Minggu Palma. Perayaan ini mengenang kemenangan Yesus saat memasuki Yerusalem. Peristiwa tersebut berlangsung sekitar sepekan sebelum penyaliban dan kebangkitan-Nya.





