ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung menyiapkan berbagai agenda untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024.
Panitia memusatkan seluruh kegiatan di SMA Fransiskus Bandar Lampung. Salah satu agenda utama mereka ialah meluncurkan buku Pedagogi CAKAP.
Ketua Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung, Sr. M. Editha, FSGM, mengatakan panitia terus melakukan persiapan. Mereka akan menggelar sejumlah kegiatan pada 2–3 Mei 2024.
“Pada tanggal 2 dan 3 Mei ada launching buku Pedagogi CAKAP, Teacher Awards, dan Gelar Kecakapan. Kami terus menyiapkan semua kebutuhan,” ujar Sr. Editha, Rabu (1/5/2024).
Angkat Semangat CAKAP Fransiskus
Yayasan Dwi Bakti mengusung tema “Ke-CAKAP-an Fransiskus untuk Indonesia” dalam perayaan Hardiknas tahun ini.
Sementara itu, subtema kegiatan berbunyi “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan, Bersinergi dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas.”
Melalui tema tersebut, yayasan ingin memperkuat pendidikan sekaligus kecintaan terhadap budaya. Mereka juga mengajak siswa memahami keberagaman Indonesia.
Karena itu, panitia menyiapkan berbagai kegiatan pendidikan dan budaya. Seluruh agenda melibatkan sekolah-sekolah Fransiskus.
Enam Agenda Warnai Hardiknas
Panitia menyiapkan sejumlah agenda utama dalam perayaan Hardiknas. Mereka akan meluncurkan buku Pedagogi CAKAP.
Selain itu, yayasan akan mengumumkan penerima Teachers Awards. Penghargaan tersebut mencakup guru TK, SD, SMP, dan SMA.
Selanjutnya, siswa akan menampilkan proyek Profil Pelajar Pancasila atau P5. Mereka juga akan memamerkan berbagai karya hasil pembelajaran.
Panitia turut menyiapkan panggung seni budaya. Guru dan siswa akan mengisi panggung tersebut dengan beragam pertunjukan.
Kemudian, peserta dapat mengikuti permainan tradisional dan modern. Panitia juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan murah.
Libatkan Sekolah dari Berbagai Daerah
Yayasan Dwi Bakti mengundang seluruh unit sekolah dalam perayaan tersebut. Sekolah dari Lampung dan Baturaja ikut ambil bagian.
Perwakilan sekolah dari Klaten juga hadir. Selain itu, panitia mengundang Yayasan Dwi Bakti cabang Jakarta.
Yayasan Diagrahita juga ikut bergabung. Yayasan tersebut mengelola sekolah luar biasa atau SLB bersama para suster.
Dengan demikian, perayaan Hardiknas mempertemukan berbagai unit pendidikan. Para peserta juga dapat berbagi pengalaman dan karya.
Pedagogi CAKAP Perkuat Nilai Fransiskus
Sr. Editha mengatakan tim sudah lama menyiapkan buku Pedagogi CAKAP. Tim menyusun buku tersebut sebagai panduan pembelajaran.
Mereka memasukkan nilai-nilai Fransiskus ke dalam proses pembelajaran. Nilai tersebut juga memperkuat penerapan Kurikulum Merdeka.
Menurut Sr. Editha, sekolah tetap mengikuti Kurikulum Merdeka. Namun, sekolah memberikan sentuhan khas melalui spiritualitas Fransiskus.
Semangat tersebut mengacu pada keteladanan tokoh-tokoh Fransiskus. Para suster FSGM juga memberikan inspirasi melalui karya pendidikan mereka.
“Pedagogi CAKAP kami siapkan sesuai nilai dan semangat yang kami miliki,” kata Sr. Editha.
Teacher Awards Beri Apresiasi kepada Guru
Yayasan Dwi Bakti juga menyiapkan Teachers Awards. Program tersebut memberikan apresiasi kepada guru berprestasi.
Panitia menunjuk juri dari luar yayasan. Para juri sudah menjalankan proses penilaian sebelum acara berlangsung.
Yayasan akan mengumumkan para penerima penghargaan dalam rangkaian Hardiknas. Penghargaan mencakup guru dari jenjang TK hingga SMA.
Siswa Tampilkan Karya dan Budaya
Gelar Kecakapan menjadi salah satu agenda penting lainnya. Setiap unit sekolah akan menampilkan proyek P5.
Para siswa akan menunjukkan karya yang mereka kerjakan di sekolah. Mereka juga akan berbagi hasil kreativitas melalui berbagai kegiatan.
Selain itu, siswa dan guru akan tampil dalam panggung seni. Mereka mengangkat beragam budaya Nusantara.
Panitia juga mengajak peserta memainkan permainan tradisional. Dengan cara ini, perayaan Hardiknas tidak hanya menguatkan pendidikan.
Kegiatan tersebut juga mengajak generasi muda mencintai budaya Indonesia.
Ikuti Gerakan Pendidikan Cinta Budaya
Yayasan Dwi Bakti turut mengikuti gerakan pendidikan Keuskupan Tanjungkarang. Tahun ini, gerakan tersebut mengangkat semangat pendidikan cinta budaya.
Sr. Editha mengatakan sekolah Fransiskus merupakan bagian dari karya gereja. Karena itu, yayasan ingin mendukung gerakan tersebut melalui kegiatan pendidikan.
Melalui kegiatan Hardiknas, siswa dapat mengenal budaya Indonesia. Mereka juga belajar menghargai perbedaan dan keberagaman.
Sekitar 3.000 Orang Diperkirakan Hadir
Panitia memperkirakan sekitar 3.000 orang akan mengikuti rangkaian kegiatan. Peserta terdiri dari siswa, guru, orang tua, dan tamu undangan.
Sr. Editha berharap seluruh peserta menikmati acara. Ia juga ingin siswa dan orang tua merasakan kebersamaan.
Selain itu, yayasan ingin memperkenalkan sekolah Fransiskus kepada masyarakat. Mereka berharap masyarakat semakin mengenal nilai pendidikan Fransiskus.
Sekolah Fransiskus Bangun Semangat Kekeluargaan
Sr. Editha mengajak seluruh keluarga besar sekolah Fransiskus menjaga nilai bersama. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar.
Anak-anak, guru, orang tua, suster, dan seluruh warga sekolah merupakan satu keluarga. Karena itu, mereka perlu menghidupi nilai Fransiskus dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kita semakin memiliki sekolah Fransiskus dengan nilai-nilai yang kita perjuangkan dan hidupi bersama,” ujarnya.
Dengan semangat tersebut, Yayasan Dwi Bakti ingin membawa nilai Fransiskus lebih jauh. Nilai itu diharapkan tetap hidup di sekolah maupun di tengah masyarakat.***





