Unila Perkuat Pendidikan Lingkungan: Reakreditasi Magister Ilmu Lingkungan Wujudkan Komitmen Terhadap Keberlanjutan

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang berorientasi pada keberlanjutan, lewat pembukaan Asesmen Lapangan Reakreditasi Program Studi S-2 Magister Ilmu Lingkungan, Selasa (22/4), di Aula Program Pascasarjana Unila.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari evaluasi eksternal untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan selaras dengan isu-isu strategis global, khususnya di bidang lingkungan hidup. Program Magister Ilmu Lingkungan menjadi garda terdepan dalam pengembangan keilmuan yang berdampak langsung pada upaya pelestarian alam dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmelia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa asesmen ini bukan sekadar penilaian administratif, namun refleksi dari upaya Unila menjaga relevansi program studinya terhadap tantangan zaman.

“Mutu bukan hanya soal akreditasi, tetapi komitmen nyata terhadap masyarakat dan lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa lulusan Prodi S-2 Ilmu Lingkungan mampu berkontribusi dalam isu-isu keberlanjutan baik secara lokal maupun global,” ujar Rektor.

Hadir dalam asesmen tersebut, dua asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yaitu Dr. Benno Rahardyan dan Prof. Dr. Eddy Heraldy, serta perwakilan BAN-PT, Novania Sari. Proses asesmen ini merupakan bagian dari mekanisme Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang bertujuan mengukur kesesuaian pelaksanaan pendidikan dengan standar nasional.

Dr. Benno menekankan pentingnya dialog terbuka dalam proses asesmen. “Kami ingin memahami bagaimana Prodi S-2 Ilmu Lingkungan menginternalisasi visi keberlanjutan dalam kurikulum, riset, dan pengabdian masyarakat,” tuturnya.

Unila sendiri telah mengantongi akreditasi institusi “Unggul” hingga 2026, dan terus menunjukkan langkah proaktif dalam menjaga mutu akademik melalui keterlibatan pimpinan, benchmarking, serta konsultasi reguler dengan kementerian.

Asesmen ini diharapkan tidak hanya berdampak pada nilai akreditasi, tetapi juga mendorong Prodi Ilmu Lingkungan Unila menjadi pusat kajian lingkungan yang progresif dan solutif terhadap persoalan ekologi masa kini.***