Lahirnya Ibunda Guru Pertama di Indonesia: Simbol Keteladanan Baru bagi Pendidikan Lampung

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Dalam suasana penuh kehangatan Halal Bihalal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Lampung, sebuah momen bersejarah tercipta: Pengukuhan “Ibunda Guru Provinsi Lampung” pertama di Indonesia. Gelar ini resmi disematkan kepada Purnama Wulan Sari Mirza, menjadi simbol baru keteladanan, pengabdian, dan semangat kebersamaan bagi dunia pendidikan di Tanah Air.

Acara yang digelar di Gedung Kwarda Pramuka Lampung pada Selasa (22/4/2025) ini bukan sekadar silaturahmi tahunan. Lebih dari itu, acara ini menjadi titik tolak transformasi moral dan karakter pendidikan di tengah derasnya arus digitalisasi yang membawa serta tantangan pergeseran nilai.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam sambutannya menyoroti urgensi menjaga akhlak dan karakter siswa di tengah keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi. “Tantangan kita hari ini adalah menjaga benteng moral generasi muda. Untuk itu, peran guru menjadi sangat penting—mereka bukan hanya pendidik, tapi juga penjaga nilai,” ujar Jihan.

Di tengah tantangan tersebut, kehadiran figur “Ibunda Guru” menjadi simbol inspiratif. Tidak hanya sebagai penghargaan formal, tetapi juga panggilan moral bagi seluruh guru untuk terus bergerak dengan hati, mendidik dengan ketulusan, dan membentuk karakter dengan cinta.

Purnama Wulan Sari Mirza dalam sambutannya menekankan bahwa amanah sebagai Ibunda Guru adalah wujud dari cinta dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. “Gelar ini bukan sekadar simbol, tetapi semangat kolektif untuk terus bersinergi memajukan pendidikan Lampung. Ini adalah tugas hati,” tegasnya.

Sebagai Ibunda Guru pertama yang dikukuhkan oleh Pengurus Besar PGRI melalui SK No. 27/Kep/PB/23/2025, Wulan mengajak seluruh pengurus dan anggota PGRI Provinsi Lampung untuk bersatu, bergandengan tangan membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.

Ketua PGRI Provinsi Lampung, Sulpakar, dalam laporannya menyebutkan bahwa Lampung memiliki kekuatan besar melalui 120.580 guru yang tergabung dalam PGRI. “Kita punya potensi besar untuk membentuk peradaban yang lebih baik melalui pendidikan. Dan Ibunda Guru akan menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur itu,” ujarnya.

Simbol “Ibunda Guru” hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap peran guru yang sering kali tidak terlihat namun sangat menentukan. Dalam dunia yang terus berubah, para guru diharapkan bukan sekadar pengajar, melainkan penjaga nilai, inspirator, dan pelopor perubahan.

Dengan semangat ini, Pemerintah Provinsi Lampung dan PGRI sepakat untuk menjadikan pendidikan sebagai panggung utama perubahan sosial. Bersama Ibunda Guru, Lampung melangkah dengan harapan baru: mendidik bukan hanya untuk tahu, tetapi untuk menjadi manusia yang utuh.***