ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Provinsi Lampung mencatatkan inflasi sebesar 0,19% (mtm) pada Juli 2025, mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,04% (mtm). Meskipun demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,30% (mtm) dan sejumlah besar provinsi di wilayah Sumatera.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi IHK Lampung tercatat 2,63%, lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan Juni sebesar 2,27% dan juga melebihi inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,37%.
Inflasi pada bulan Juli terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan beberapa komoditas utama penyumbang inflasi yaitu:Bawang merah (0,13%), Tomat (0,07%), Cabai rawit (0,04%) dan Beras (0,03%).
Kenaikan harga bawang merah disebabkan tertahannya produksi di sentra-sentra Jawa Barat akibat musim gadu dan serangan hama pasca hujan. Sementara itu, harga cabai rawit melonjak karena belum masuknya masa panen di Lampung dan cuaca yang tidak mendukung. Untuk beras, kenaikan harga dipengaruhi musim tanam gadu menjelang panen kedua yang diperkirakan pada September–Oktober.
Meskipun terjadi tekanan inflasi, beberapa komoditas mencatat deflasi, di antaranya: Bawang putih (-0,06%), Daging ayam ras (-0,03%) dan Susu cair kemasan (-0,02%).
Penurunan harga bawang putih terjadi berkat kelancaran pasokan pasca impor. Sementara harga daging ayam turun akibat meningkatnya pasokan ayam hidup di tengah permintaan yang stabil, dan harga susu cair menurun karena konsumsi rumah tangga yang relatif konstan.
KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung memprakirakan inflasi akan tetap berada dalam kisaran target nasional 2,5±1% (yoy) sepanjang 2025. Namun, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai:
Inflasi Inti: Peningkatan permintaan agregat akibat kenaikan UMP 6,5%, Kenaikan harga emas dunia karena ketidakpastian geopolitik dan sentimen ekonomi global
Volatile Food: Harga beras diperkirakan meningkat seiring panen yang belum tiba, Curah hujan rendah–menengah pada Agustus 2025 berisiko mengganggu produksi cabai dan bawang (BMKG, 20 Juli 2025)
Administered Price: Harga minyak dunia berpotensi naik karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang bisa berdampak pada harga BBM dalam negeri
Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia dan TPID Provinsi Lampung berkomitmen melanjutkan implementasi strategi 4K, yang mencakup: 1. Keterjangkauan Harga (Operasi pasar/SPHP secara terarah dan targeted Monitoring harga dan pasokan, khususnya beras dan hortikultura. 2. Ketersediaan Pasokan (Perluasan implementasi Toko Pengendalian Inflasi di seluruh wilayah IHK/Non-IHK, Penguatan kerja sama antar/intra daerah, Akselerasi program swasembada pangan melalui optimalisasi lahan, varietas unggul, alsintan, dan distribusi pupuk subsidi).
3. Kelancaran Distribusi (Menjaga kapasitas moda transportasi bahan pangan, Perbaikan jalan di kabupaten/kota dan desa Optimalisasi Mobil TOP (Transportasi Operasi Pasar).
4. Komunikasi Efektif (Rapat rutin TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota, Sinergi komunikasi untuk menjaga ekspektasi publik, Penguatan sistem informasi neraca pangan berbasis data terkini).***





