Prof. Marselina Djayasinga Prihatin dengan Kondisi UMKM di Pusat Olahraga Bandar Lampung: “Kurang Edukasi, Kurang Higienis”

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG -– Guru Besar Universitas Lampung sekaligus Ketua Perkumpulan Istri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PIISEI) Lampung, Prof. Dr. Marselina Djayasinga, S.E., MPM, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pelaku UMKM, khususnya yang berjualan di kawasan pusat olahraga seperti Stadion Pahoman dan PKOR Way Halim, Bandar Lampung.

Dalam wawancara usai menghadiri Merdeka Fest 2025 di Pasar Seni PKOR Way Halim, Jumat (22/8/2025), Prof. Marsel menyoroti minimnya edukasi pelaku UMKM mikro, terutama dalam hal higienitas dan penataan produk.

“Selama ini UMKM, khususnya yang mikro, itu asal jualan saja. Tempat cuci piring tidak higienis, cara penyajian juga asal-asalan. Akibatnya, konsumen enggan membeli, omzet jadi kecil, dan itu merugikan mereka sendiri,” ujar Prof. Marsel.

Menurutnya, peningkatan kesadaran dan edukasi soal pengemasan serta kebersihan menjadi kunci agar produk UMKM dapat lebih menarik dan layak jual. Ia menegaskan bahwa presentasi produk sangat menentukan keputusan konsumen untuk membeli.

“Kalau dipacking dan ditata dengan bagus, bersih, orang akan tertarik. Tapi kalau air cucinya saja sudah tidak jelas, konsumen ragu. Padahal kita ingin UMKM ini berkembang,” lanjutnya.

Prof. Marsel menyampaikan niatnya untuk segera melakukan pendataan dan pembinaan khusus terhadap UMKM yang berjualan di area olahraga, terutama di Stadion Pahoman.

“Orang olahraga ingin makanan sehat, tapi kalau yang disajikan tidak sehat, malah bisa bikin sakit. Kita akan mulai dengan mendata UMKM yang ada, lalu membina mereka mulai dari pengemasan, higienitas pengolahan dan penyajian. Harapannya, nilai jual mereka pun naik,” jelasnya.

Tak hanya soal higienitas, Prof. Marsel juga menyoroti penggunaan styrofoam yang menurutnya tidak ramah lingkungan dan membahayakan kesehatan.

“Styrofoam itu praktis, tapi tidak sehat. Apalagi dipakai untuk makanan panas lalu dibungkus plastik—itu karsinogenik, bisa memicu kanker. Ironis, orang ke stadion ingin sehat malah dapat makanan yang bisa membahayakan,” tegasnya.

Ia mendorong penggunaan kemasan alami seperti daun pisang atau daun jati yang lebih ramah lingkungan dan aman dikonsumsi.

Prof. Marselina menekankan bahwa kurangnya kesadaran bukan hanya dari penjual, tapi juga dari pembeli.

“Yang jual enggak paham, yang beli juga enggak tahu. Jadi ini keprihatinan kita bersama. Harus ada upaya sistematis untuk mengedukasi keduanya,” pungkasnya.***