ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Universitas Lampung (Unila), Rifal Zaki Rabani, berhasil mengharumkan nama almamater di kancah internasional dengan meraih Bronze Award kategori Desain Poster pada ajang International Student Symposium – SDGs Youth Forum 2025.
Prestasi membanggakan tersebut diraih Rifal di tengah kesibukannya menjalani semester akhir perkuliahan. Keikutsertaannya dalam kompetisi internasional ini dilandasi komitmen pribadi untuk terus menorehkan prestasi selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Sejak awal berkuliah, saya sudah menargetkan diri untuk aktif mencari prestasi selama masa perkuliahan,” ujar Rifal.
Proses pengerjaan poster dimulai sekitar sepuluh hari sebelum batas akhir pengumpulan karya. Rifal menyelesaikan desain poster dalam waktu tiga hingga empat hari, kemudian melanjutkannya dengan tahap pengecekan dan revisi berdasarkan masukan dari dosen pembimbing lomba.
Dalam pengembangan ide, Rifal terlebih dahulu menentukan topik, tema, dan judul yang relevan dengan isu Sustainable Development Goals (SDGs). Selanjutnya, ia mengumpulkan berbagai referensi sebagai dasar penguatan konsep visual dan pesan yang ingin disampaikan melalui poster.
“Referensi yang saya gunakan berasal dari jurnal nasional dan internasional, serta artikel ilmiah yang relevan dengan tema,” jelasnya.
Rifal mengungkapkan bahwa dirinya tidak menggunakan metode atau gaya desain tertentu. Konsep desain dikembangkan secara fleksibel dengan menyesuaikan referensi yang telah dikumpulkan serta ketentuan lomba. Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada tahap pengembangan ide.
“Tantangan paling berat ada pada penyusunan ide, mulai dari menentukan judul, komposisi desain, hingga memilih data yang tepat agar pesan poster dapat tersampaikan dengan baik,” ungkapnya.
Di tengah padatnya tuntutan tugas akhir, Rifal menerapkan manajemen waktu dengan mengerjakan poster secara bertahap di sela waktu luang. Meski sempat merasa gugup, ia menegaskan tidak pernah terpikir untuk menyerah.
“Rasa gugup pasti ada, tetapi tidak sampai membuat saya ingin berhenti,” katanya.
Kabar kemenangan tersebut disambut Rifal dengan rasa bahagia dan terkejut. Orang tua menjadi pihak pertama yang ia hubungi setelah pengumuman pemenang disampaikan. Prestasi ini menjadi pencapaian penting bagi Rifal sekaligus bentuk kontribusi nyata mahasiswa Unila di tingkat internasional.
Melalui capaian tersebut, Rifal berharap prestasinya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Unila lainnya untuk berani berkompetisi serta mengembangkan potensi diri, baik di tingkat nasional maupun internasional.***





