Dukung Program MBG, Polinela Latih Warga Desa Suak Olah Nugget Ikan Tepung Pisang

ALTUMNEWS.Com, LAMPUNG SELATAN — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menjalankan sebuah program pendampingan strategis. Mereka melatih warga Desa Suak mengembangkan inovasi produk nugget ikan berbasis tepung pisang pada Juli 2026. Langkah cerdas tersebut bertujuan mendukung penuh kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintah pusat.

Mengenai hal itu, tim dosen ingin mendongkrak keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi pangan lokal secara maksimal. Tentu saja, perpaduan ikan segar dan tepung pisang menghasilkan produk makanan yang padat nutrisi. Ketua tim pelaksana Dr. Ir. Nurbani Kalsum, M.Si., memimpin langsung jalannya agenda pemberdayaan warga pesisir ini.

Kelompok Wanita Tani Kuasai Desain Kemasan dan Pemasaran Digital

Lalu, program inovatif ini melibatkan penuh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) serta pengurus BUMDes Suak. Pendidik memberikan materi intensif mengenai teknik pembuatan nugget, desain kemasan modern, hingga pelabelan produk. Sebab, tampilan produk yang menarik menjadi kunci utama untuk memikat konsumen di pasar digital.

Sementara itu, tim Polinela juga mengajarkan strategi promosi online untuk memperluas jangkauan pasar pelaku UMKM. Maka dari itu, para ibu tani kini mampu memasarkan produk nugget lewat TikTok, WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Pihak kampus melihat antusiasme tinggi dari para peserta selama mengikuti sesi praktik pembuatan konten promosi tersebut.

Inovasi Pangan Lokal Sukses Tingkatkan Pendapatan Ekonomi Warga

Selanjutnya, hasil nyata kegiatan menunjukkan lonjakan keterampilan peserta dalam membuat kemasan yang jauh lebih estetik. Bahkan, inovasi nugget ikan tepung pisang ini berpotensi besar menjadi produk unggulan baru daerah. Di samping itu, usaha rumahan ini siap menyuplai kebutuhan menu sehat bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat luas.

Sebagaimana diketahui roduk olahan unik ini mampu menggerakkan roda perekonomian desa dan memperkuat sektor UMKM lokal. Langkah konkret tersebut sekaligus membuktikan komitmen nyata dunia vokasi dalam menyelesaikan masalah gizi nasional. Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendanai penuh program tahun 2026 ini.***