Dosen Polinela Rekayasa Air Buangan AC Jadi Media Biodiesel Mikroalga

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG –— Tim dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menciptakan sebuah inovasi energi terbarukan. Saat ini, mereka merkayasa media tumbuh mikroalga Chlorella sp. menggunakan air buangan pendingin udara (AC). Melalui pendekatan baru ini, Subandi, S.Pd., M.Tr.P. bersama tim menerapkan strategi nutrient starvation (pembatasan nutrien). Langkah strategis tersebut bertujuan kuat untuk memaksimalkan akumulasi rendemen lipid sebagai bahan baku utama biodiesel masa depan.

Mengenai hal itu, kebutuhan energi global yang terus melonjak mendorong manusia menemukan sumber energi alternatif ramah lingkungan. Selama ini, produsen biodiesel masih bergantung penuh pada komoditas minyak nabati berbasis pangan. Tentu saja, penggunaan bahan pangan secara terus-menerus bisa memicu konflik horizontal antara kebutuhan energi dan ketahanan pangan. Oleh karena itu, tim peneliti Polinela menawarkan solusi konkret lewat pemanfaatan biomassa nonpangan berupa mikroalga.

Chlorella sp. sebagai Agen Hayati Penghasil Lipid Potensial

Lalu, para peneliti memilih mikroalga jenis Chlorella sp. karena memiliki laju pertumbuhan sel yang relatif sangat cepat. Organisme mikroskopis ini juga mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai kondisi lingkungan hidup yang ekstrem. Bahkan, mikroalga tersebut menyimpan potensi besar menghasilkan lipid dalam jumlah banyak sebagai komponen dasar bahan bakar. Karakteristik unggul inilah yang memikat perhatian tim dosen Jurusan Teknologi Pertanian Polinela untuk melakukan riset mendalam.

Sementara itu, jalannya riset agroindustri ini melibatkan formasi lengkap akademisi berkompeten dari kampus Polinela. Fahrulsyah, S.Pi., M.T.P. bertindak sebagai anggota tim peneliti bersama Ir. Ailsa Azalia, S.T.P., M.T.P. Selanjutnya, Giffary Pramafisi Suherman, S.T., M.T.P. turut memperkuat kajian teknologi rekayasa media tumbuh berbasis air kondensat AC ini. Mereka saling berkolaborasi merancang formulasi media terbaik guna mengoptimalkan metabolisme sel Chlorella sp. di laboratorium.

Strategi Nutrient Starvation Pacu Akumulasi Cadangan Energi Mikroalga

Berikutnya, penerapan konsep ekonomi sirkular menjadi landasan utama dalam pemanfaatan cairan buangan pendingin ruangan tersebut. Masyarakat umumnya langsung membuang air kondensat AC ke saluran selokan tanpa ada proses daur ulang. Padahal, cairan buangan tersebut menyimpan peluang besar sebagai pelarut utama dalam pembuatan media budidaya mikroalga. Kondisi ini secara otomatis mendukung prinsip efisiensi sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kemudian, tim peneliti menerapkan metode nutrient starvation atau teknik pembatasan unsur hara pada media kultur. Secara fisiologis, kelangkaan nutrisi akan memberikan tekanan atau stres fisik yang terukur pada sel mikroalga. Selanjutnya, organisme tersebut merespons stres dengan cara mengubah sistem metabolisme internal mereka secara drastis. Respons unik ini memicu sel untuk menimbun lipid dalam jumlah berlipat sebagai cadangan energi darurat.

“Penerapan nutrient starvation memerlukan pengelolaan yang tepat. Pembatasan nutrien yang terlalu berat dapat menghambat pertumbuhan mikroalga secara berlebihan,” tulis tim peneliti Polinela dalam laporan ilmiah mereka.

Maka dari itu, penentuan formula keseimbangan antara pertumbuhan biomassa dan akumulasi lipid menjadi kunci sukses riset. Kehadiran inovasi agroindustri ini membuktikan bahwa produk bernilai tinggi tidak selalu lahir dari bahan baku mahal.***