ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung resmi melepas Kafilah Lampung untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Provinsi Jawa Tengah.
Pelepasan kafilah berlangsung di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (10/9/2026).
Jajaran Pemerintah Provinsi Lampung turut menghadiri acara tersebut. Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung juga hadir.
Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), pembina, pelatih, official, dan peserta turut mengikuti pelepasan.
33 Peserta Wakili Lampung di MTQ Nasional 2026
Kafilah Lampung membawa 33 peserta untuk berlaga di MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Secara keseluruhan, rombongan Kafilah Provinsi Lampung berjumlah 57 orang.
Rombongan tersebut terdiri atas satu koordinator, sembilan pendamping, empat pelatih, delapan official, dan 33 peserta.
Kafilah Lampung akan berangkat menuju Jawa Tengah pada Jumat (11/9/2026). Mereka akan mengikuti seluruh rangkaian MTQ Nasional selama 10 hari.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 berlangsung mulai 11 hingga 20 September 2026 di Provinsi Jawa Tengah.
Gubernur Lampung Minta Kafilah Tampil Percaya Diri
Gubernur Lampung melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Firsada menyampaikan pesan kepada seluruh peserta.
M. Firsada juga menjabat Ketua LPTQ Provinsi Lampung. Ia meminta kafilah membawa semangat juara saat tampil di tingkat nasional.
Menurutnya, keikutsertaan Lampung bukan sekadar mengejar kemenangan. Kafilah juga membawa nama baik daerah.
“Saudara-saudara adalah putra-putri terbaik Lampung yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan. Karena itu, tampilkan kemampuan terbaik dengan penuh semangat, percaya diri, dan pantang menyerah,” ujar M. Firsada.
Ia meminta peserta tidak merasa rendah diri. Peserta harus percaya terhadap kemampuan yang sudah mereka miliki.
M. Firsada juga mengingatkan pentingnya sportivitas. Kejujuran dan ukhuwah Islamiyah harus tetap menjadi bagian dari perjuangan.
Lampung Targetkan Penampilan Terbaik
Pemerintah Provinsi Lampung berharap kafilah mampu memberikan penampilan terbaik. Namun, prestasi bukan satu-satunya tujuan dalam mengikuti MTQ Nasional.
M. Firsada mengajak peserta menjadikan MTQ sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Prestasi memang menjadi harapan kita, tetapi yang tidak kalah penting adalah menjadikan MTQ sebagai sarana meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, dan membawa pulang pengalaman serta kebanggaan bagi Provinsi Lampung,” katanya.
Ia juga meminta peserta menjaga kesehatan selama berada di Jawa Tengah.
Kondisi fisik dan mental yang prima menjadi modal penting. Peserta membutuhkan stamina dan konsentrasi untuk menghadapi setiap tahapan perlombaan.
Kafilah Lampung Jalani Persiapan 45 Hari
Lampung telah menyiapkan kafilah melalui proses panjang. Panitia menjalankan seleksi dan pembinaan secara terencana.
Peserta mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC) sebanyak tiga tahap. Mereka juga mengikuti pembinaan secara daring dalam dua tahap.
Total pembinaan daring berlangsung selama 45 hari. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta sebelum menghadapi MTQ Nasional.
Seleksi peserta berlangsung di Masjid Raya Al Bakri. Proses tersebut menjadi bagian dari penjaringan putra-putri terbaik Lampung.
Setelah lolos seleksi, peserta mengikuti pemusatan latihan. Program tersebut meningkatkan kemampuan dan penguasaan materi.
Pembinaan juga memperkuat kesiapan mental peserta. Pelatih mempersiapkan mereka agar mampu tampil maksimal di tingkat nasional.
Pemusatan Latihan Jadi Tahap Akhir
Kafilah Lampung telah menyelesaikan pemusatan latihan tahap ketiga. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari.
Tahap terakhir menjadi bagian dari pemantapan sebelum keberangkatan. Peserta kembali mematangkan kemampuan dan kesiapan menghadapi kompetisi.
Setelah menyelesaikan seluruh persiapan, kafilah berangkat menuju Jawa Tengah pada Jumat (11/9/2026).
Pemprov Lampung Apresiasi Pembina dan Pelatih
Pemerintah Provinsi Lampung memberikan apresiasi kepada pembina, pelatih, dan official.
Mereka telah mendampingi peserta selama proses persiapan. Dukungan tersebut membantu peserta meningkatkan kemampuan dan kesiapan.
M. Firsada meminta para pembina dan pelatih terus memberikan motivasi. Ia juga meminta mereka menjaga semangat peserta selama mengikuti MTQ.
“Terus berikan dukungan, motivasi, dan semangat kepada para peserta agar mereka dapat tampil tenang dan optimal. Jangan takut bermimpi menjadi juara,” ujarnya.
Ia mengingatkan peserta agar menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber motivasi. Nilai-nilai Al-Qur’an juga harus menjadi pedoman dalam kehidupan.
Pemprov Lampung Serahkan Tali Asih
Dalam acara pelepasan, Pemerintah Provinsi Lampung juga memberikan tali asih kepada perwakilan kafilah.
Gubernur Lampung melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Firsada menyerahkan tali asih tersebut.
Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza turut hadir dalam penyerahan simbolis tersebut.
Tali asih menjadi bentuk dukungan dan apresiasi Pemprov Lampung kepada para peserta.
MTQ Nasional Jadi Momentum Perkuat Generasi Qur’ani
Keikutsertaan Lampung dalam MTQ Nasional memiliki makna lebih luas. Pemerintah ingin memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di masyarakat.
MTQ juga menjadi momentum untuk menggaungkan syiar Al-Qur’an. Kegiatan tersebut turut mendorong lahirnya generasi Qur’ani di Provinsi Lampung.
Karena itu, Pemprov Lampung berharap peserta tidak hanya mengejar prestasi. Mereka juga membawa semangat dakwah dan nilai-nilai Al-Qur’an.
Kafilah Lampung Diminta Jaga Nama Baik Daerah
Pemerintah Provinsi Lampung berharap seluruh peserta tampil maksimal di MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Kafilah juga diminta menjaga sportivitas selama mengikuti perlombaan. Nama baik Provinsi Lampung harus menjadi perhatian seluruh peserta.
M. Firsada memberikan pesan terakhir kepada seluruh kafilah sebelum berangkat.
“Selamat berjuang, jaga kesehatan, tampilkan kemampuan terbaik. Semoga Allah SWT memberikan perlindungan, kemudahan, kelancaran, ketenangan, dan meridai setiap langkah perjuangan Kafilah Provinsi Lampung,” tutupnya.***





