Gunung Anak Krakatau Erupsi, Puluhan Warga Pulau Sebesi Tetap Menyeberang dari Dermaga Canti

ALTUMNEWS.Com, LAMPUNG SELATAN – Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak membuat warga Pulau Sebesi panik. Mereka tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dan menyeberang dari Dermaga Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Puluhan warga bahkan tetap menaiki kapal pada penyeberangan terakhir menuju Pulau Sebesi. Mereka mengaku tidak merasakan ketakutan meski Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi.

Markadang, warga Pulau Sebesi, mengatakan kondisi di pulau tersebut tetap tenang.

“Ini mau ke Pulau Sebesi,” kata Markadang saat ditemui Altumnews.com ketika hendak menyeberang dari Dermaga Canti, Sabtu (5/9/2026).

Ia mengatakan warga Pulau Sebesi sudah terbiasa menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Oh, enggak ada (ketakutan). Biasa-biasa saja di Pulau Sebesi tenang. Ya, enggak ada kendala gitu kan. Cuaca, ya istilahnya warga-warga juga agak tenang gitu,” ujarnya.

Penyeberangan Canti-Sebesi Tetap Berjalan

Markadang mengatakan kapal tetap melayani penyeberangan dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi setiap hari.

Menurutnya, kapal terakhir berangkat sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, warga kembali menggunakan layanan penyeberangan pada hari berikutnya.

“Ya ini ada penyeberangan tiap hari gitu, ada. Jam tiga sore penyeberangan terakhir, setelah itu enggak ada lagi. Lusa, ganti lagi gitu,” kata Markadang.

Perjalanan dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam.

“Dari Dermaga Canti ke Pulau Sebesi satu jam setengah,” ujarnya.

Untuk sekali perjalanan, penumpang membayar tarif Rp25 ribu per orang.

Warga Sebesi Tetap Beraktivitas di Laut

Markadang juga mengatakan aktivitas nelayan tetap berjalan. Sejumlah warga masih pergi melaut meski Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi.

Ia menyebut nelayan tetap menjaga jarak dari kawasan gunung.

“Ya, ada saja nelayan-nelayan, kan gitu, yang pada ke sana. Kapal-kapal kita juga ada, kan gitu. Cuman enggak terlalu dekat, jarak jauh. Minimal 50-100 meter, gitu,” katanya.

Markadang juga mengingat pengalaman warga saat erupsi besar Krakatau pada malam sebelumnya.

“Oh, memang di rumah kita waktu semalam erupsi besar Krakatau,” ujarnya.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat warga Pulau Sebesi meninggalkan aktivitas mereka.

“Orang-orang Pulau Sebesi enggak takut. Biasa saja,” kata Markadang.

Imas: Empat Tahun Tinggal di Sebesi, Tetap Tenang

Imas, warga Pulau Sebesi yang ditemui di Dermaga Canti, juga mengaku tidak takut untuk kembali ke pulau tersebut.

“Ini mau nyeberang ke Sebesi,” kata Imas saat ditemui di Dermaga Canti.

Imas mengaku sudah tinggal di Pulau Sebesi selama sekitar empat tahun. Ia tetap tenang meski Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi.

“Udah empat tahun. Semalam ada erupsi, nggak takut. Biasa aja,” ujarnya.

Imas menegaskan dirinya menyeberang ke Pulau Sebesi tanpa rasa cemas.

“Jadi ini mau ke sana tanpa rasa takut. Biasa aja,” kata Imas.

Lebih dari 50 Penumpang Tetap Menyeberang

Pada penyeberangan terakhir dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi, jumlah penumpang mencapai lebih dari 50 orang.

Tidak terlihat kepanikan di antara para penumpang. Warga tetap naik kapal dan melanjutkan perjalanan menuju pulau tempat mereka tinggal.

Bagi warga Pulau Sebesi, aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mereka tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan kondisi cuaca dan menjaga jarak dari kawasan gunung.

Warga Pesisir Lampung Selatan Tetap Tenang

Kondisi serupa juga terlihat di sepanjang pesisir Kunjir hingga Rajabasa, Lampung Selatan.

Wilayah tersebut memiliki pengalaman panjang menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga di kawasan pesisir juga pernah merasakan dampak tsunami yang terjadi setelah erupsi Krakatau pada 2018.

Meski pengalaman tersebut masih membekas, warga tidak menunjukkan kepanikan saat aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat.

Aktivitas masyarakat tetap berjalan. Warga memilih tetap tenang sambil memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.***