ALTUMNEWS.Com, PESAWARAN -— Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus menunjukkan komitmen nyata dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan berkualitas. Hal ini ditandai dengan diluncurkannya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar perdana di UPTD SDN 34 Gedong Tataan, Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Senin (17/3).
Melalui program yang digagas Badan Gizi Nasional dan Satuan Pemenuhan Gizi Kecamatan Gedong Tataan ini, Pemkab Pesawaran menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak usia sekolah adalah investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Marzuki yang hadir mewakili Bupati menuturkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemkab dalam mendukung visi pembangunan manusia unggul, dimulai dari sekolah dasar.
“Program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, tapi bentuk keseriusan kita dalam menciptakan generasi yang kuat, cerdas, dan siap bersaing,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Anca Martha Utama, menjelaskan bahwa MBG menyasar 1.435 siswa dalam tahap awal, dan akan diperluas hingga menyentuh 3.500 anak secara bertahap. Sasaran utama adalah siswa di wilayah-wilayah yang memiliki tantangan gizi dan keterbatasan akses makanan sehat.
“Kami ingin setiap anak di Pesawaran tumbuh dengan gizi yang baik, karena mereka inilah masa depan daerah. Program ini akan diperluas agar dampaknya merata,” jelas Anca.
Sementara itu, Kepala SDN 34 Gedong Tataan, Sutini, menyampaikan bahwa momentum peluncuran di bulan Ramadan turut menambah semangat para siswa. Mereka menerima paket makanan bergizi berisi telur rebus, susu, biskuit, jeruk, dan kurma.
“Anak-anak sangat senang, apalagi makanan yang diberikan mendukung kebutuhan energi mereka selama berpuasa. Kami berharap program ini bisa terus berjalan bahkan setelah Ramadan,” ungkapnya.
Program MBG ini juga menjadi cerminan bahwa Pemkab Pesawaran tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan karakter dan kualitas generasi muda melalui pendekatan kesehatan dan pendidikan.
Dengan menyasar sekolah sebagai titik intervensi awal, Pemkab berharap mampu menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar siswa, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat dan produktif.
“Gizi yang baik itu awal dari segalanya—kesehatan, kecerdasan, hingga produktivitas. Kalau generasi mudanya kuat, Pesawaran akan maju,” tutup Marzuki.***





