ALTUMNEWS.Com, PESAWARAN — Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus berinovasi dalam membentuk birokrasi yang responsif dan adaptif terhadap tantangan zaman. Dalam Apel Bulanan Pemkab Pesawaran yang digelar di Lapangan Kantor Bupati pada Senin (17/3/2025), Bupati Dendi Ramadhona menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja baru yang disiplin, fleksibel, dan berbasis hasil.
Sebagai pembina upacara, Bupati Dendi menyampaikan bahwa perubahan regulasi nasional, dinamika geopolitik, hingga revolusi digital harus dijadikan momentum untuk melakukan pembaruan di tubuh ASN.
“Kita tak bisa lagi bekerja dengan cara lama. Dunia bergerak cepat, dan ASN harus siap berubah, menyesuaikan diri tanpa kehilangan nilai-nilai dasar pelayanan publik,” tegas Dendi dalam amanatnya.
Salah satu bentuk konkret transformasi itu adalah penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjelang Hari Raya Idul Fitri, yang merujuk pada Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2025. Kebijakan ini disebut sebagai solusi strategis untuk menjaga efisiensi operasional pemerintahan di tengah kebijakan penghematan nasional, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.
Namun Dendi menegaskan, fleksibilitas kerja bukan berarti melemahkan etos kerja.
“WFA harus disertai akuntabilitas. Artinya, meskipun bekerja dari luar kantor, setiap ASN tetap harus menjalankan fungsinya dengan penuh tanggung jawab. Kita sedang mengarah ke birokrasi berbasis output,” ujarnya.
Tak hanya soal sistem kerja, Bupati juga menyoroti pentingnya disiplin administratif melalui pelaporan LHKPN dan SPT tahunan, sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi dan komitmen transparansi aparatur pemerintah.
Dalam apel yang diikuti oleh Staf Ahli, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, ASN, P3K, hingga THLS ini, Dendi juga mengingatkan pentingnya ASN menjadi agen informasi yang cerdas dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar.
“Kita harus jadi penyaring informasi, bukan penyebar kegaduhan. ASN adalah wajah pemerintah. Maka narasi yang dibangun harus menyejukkan, membangun, dan membawa semangat positif,” tambahnya.
Apel bulanan ini pun menjadi medium refleksi bersama sekaligus pengingat akan pentingnya kolaborasi lintas unit kerja dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih efektif dan manusiawi.
Dengan dorongan ini, Pemkab Pesawaran menegaskan bahwa transformasi birokrasi bukan sekadar wacana, melainkan proses yang sedang dijalankan secara bertahap—dimulai dari perubahan pola pikir ASN hingga kebijakan kerja yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.***





