ALTUMNEWS.Com, LAMPUNG — Saat ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel gencar mengajak masyarakat untuk bijak dalam memilih bahan bakar minyak. Pihak perusahaan mengimbau para pemilik kendaraan agar menggunakan BBM sesuai dengan spesifikasi rekomendasi pabrikan. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk menjaga performa mesin sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi nasional.
Selanjutnya, perusahaan pelat merah ini juga meminta masyarakat memanfaatkan BBM bersubsidi sesuai peruntukan yang sah. Pertamina ingin memastikan keberlanjutan penyaluran energi bersubsidi bagi kelompok masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya. Kombinasi kedua langkah ini akan memperkuat efektivitas implementasi Program Subsidi Tepat di lapangan.
Karakteristik Oktan Tentukan Kesehatan Mesin Kendaraan Modern
Mengenai hal itu, setiap jenis bahan bakar memiliki karakteristik dan nilai oktan (RON) yang berbeda. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi menegaskan hal tersebut. Rusminto menyebut pemilihan jenis BBM yang tepat sangat menentukan tingkat optimalisasi pembakaran di dalam ruang mesin.
“Penggunaan BBM sesuai rekomendasi pabrikan tidak hanya membantu menjaga performa dan usia mesin kendaraan, tetapi juga mendukung efisiensi konsumsi bahan bakar serta mengurangi emisi gas buang,” ujarnya pada Senin (13/07/2026).
Kemudian, kendaraan dengan teknologi mesin terbaru umumnya memerlukan BBM dengan angka oktan yang lebih tinggi. Sebaliknya, pemerintah menyiapkan BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite khusus untuk menopang ekonomi masyarakat kecil. Pihak Pertamina terus mengawal penyaluran komoditas ini melalui sistem digitalisasi SPBU dan pemindaian QR Code.
Sistem Digitalisasi QR Code Kawal Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran
Tentu saja, program digitalisasi ini menyasar sektor-sektor prioritas utama yang telah mendapat ketetapan regulasi pemerintah. Sektor tersebut meliputi moda transportasi umum, pelaku usaha mikro, serta para petani dan nelayan tradisional. Melalui pengawasan ketat, potensi penyelewengan produk bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar bisa berkurang drastis.
“Subsidi energi merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, penggunaan BBM subsidi sesuai peruntukan menjadi tanggung jawab bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan tepat sasaran,” tambah Rusminto.
Sementara itu, Pertamina juga mencermati adanya dinamika kenaikan permintaan BBM bersubsidi di beberapa wilayah Sumbagsel. Meskipun demikian, manajemen menjamin kondisi pasokan stok tangki di terminal BBM berkategori sangat aman. Pihak depot terus mengoptimalkan proses distribusi harian ke seluruh jaringan SPBU secara lancar.
Terapkan Pola Konsumsi Bijak Demi Ketahanan Energi Masa Depan
Oleh karena itu, Pertamina terus menggalakkan edukasi publik secara masif mengenai gerakan Bijak Menggunakan Energi. Kesadaran bersama dari konsumen menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pasokan energi nasional di masa depan. Masyarakat juga bisa mendapatkan informasi produk maupun pendaftaran subsidi melalui layanan kontak Pertamina Call Center 135.
“Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak, memilih jenis BBM sesuai spesifikasi kendaraan, serta melakukan pembelian sesuai kebutuhan. Langkah sederhana tersebut akan memberikan manfaat besar dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi dan memastikan program subsidi pemerintah dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya,” pungkas Rusminto.***





