Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dorong KDMP Jadi Motor Pemerataan Ekonomi di Lampung

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi motor pemerataan ekonomi dan hilirisasi potensi lokal di pedesaan.

Rahmat menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Gedung Semergou Lantai 4, Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Menurut Rahmat, masyarakat tidak boleh melihat koperasi desa hanya sebagai lembaga simpan pinjam. Sebaliknya, ia ingin KDMP menggerakkan ekonomi desa, mengembangkan komoditas lokal, dan memperpendek rantai distribusi.

Gubernur Lampung Soroti Perputaran Uang di Desa

Rahmat menyoroti ketimpangan perputaran modal antara desa dan kota. Menurutnya, sekitar 70 persen arus uang berputar di wilayah perkotaan.

Sementara itu, sekitar 70 persen penduduk Lampung tinggal di desa. Karena itu, kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang desa untuk mengembangkan ekonomi lokal.

Selain itu, Lampung memiliki beragam komoditas pangan unggulan. Singkong, jagung, dan padi menjadi beberapa komoditas yang memiliki potensi ekonomi besar.

Namun, Rahmat ingin masyarakat desa tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah. Sebaliknya, ia mendorong desa mengolah komoditas tersebut agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

“Dulu di desa koperasi ini pengertiannya hanya tukang simpan pinjam, minjam duit di koperasi, bunganya besar. Padahal fungsinya jauh lebih itu. Koperasi adalah salah satu alat ungkit bagaimana kemakmuran-kemakmuran yang ada di Provinsi Lampung ini hadir di desa-desa,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Program 500 Desa Maju Dorong Hilirisasi Komoditas

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan program 500 Desa Maju untuk memperkuat ekonomi pedesaan.

Program tersebut fokus pada hilirisasi komoditas unggulan desa. Selain itu, pemerintah menargetkan program 500 Desa Maju rampung pada 2027 dan mengintegrasikan operatornya dengan KDMP.

Di sisi lain, Rahmat menyampaikan capaian Lampung dalam pengembangan KDMP. Menurutnya, Lampung menempati peringkat keempat secara nasional dan menjadi provinsi nomor satu di luar Jawa.

“Provinsi Lampung kita nomor empat secara nasional dan nomor satu di luar Jawa,” tegas Rahmat.

Dengan demikian, Gubernur menilai Lampung memiliki modal kuat untuk mempercepat pengembangan KDMP dan ekonomi desa.

KDMP Akan Serap Gabah Petani Lampung

Selain mendorong hilirisasi, Rahmat juga meminta KDMP memperkuat penyerapan gabah petani Lampung.

Selama ini, sebagian petani menjual gabah ke luar daerah, termasuk ke Pulau Jawa. Akibatnya, rantai distribusi menjadi lebih panjang dan kondisi tersebut dapat memengaruhi pasokan beras serta harga pangan di Lampung.

Karena itu, Rahmat meminta KDMP membeli gabah petani secara langsung ketika memasuki masa panen.

“Insya Allah dalam minggu depan kami sudah targetkan, yang panen ada KDMP-nya, KDMP-nya akan menyerap gabah-gabah sehingga tidak keluar lagi ke Jawa. Kita memutus mata rantai,” tegasnya.

Dengan langkah tersebut, petani dapat memperoleh akses pasar yang lebih dekat. Pada saat yang sama, KDMP dapat memperkuat rantai pasok pangan di tingkat daerah.

Lebih jauh, langkah itu juga dapat membantu pemerintah menjaga ketersediaan komoditas pangan di Lampung.

Yandri Susanto Sebut KDMP Bagian dari Asta Cita

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto turut menegaskan pentingnya KDMP dalam pembangunan ekonomi dari tingkat desa.

Yandri mengatakan pemerintah menjalankan program KDMP sebagai bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Yandri, pemerintah ingin membangun ekonomi dari bawah. Selain itu, pemerintah ingin mempercepat pemerataan ekonomi sekaligus mengurangi kemiskinan.

“Intinya, kami ingin Koperasi Kelurahan Merah Putih ini kita kawal sama-sama. Ini adalah program idola Bapak Presiden Prabowo dalam rangka menyukseskan Asta Cita ke-6 Bapak Presiden, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan,” ujar Yandri Susanto.

Kemudian, Yandri mengutip pandangan Proklamator Mohammad Hatta tentang pentingnya desa dalam membangun ekonomi Indonesia.

Ia menggambarkan koperasi desa sebagai lilin-lilin kecil yang dapat menerangi perekonomian masyarakat di berbagai daerah.

“Maka inilah mungkin yang dicita-citakan Bung Hatta, Indonesia tidak akan bercahaya terang dengan satu obor besar di Monas, Jakarta, tapi Indonesia akan makmur dan sejahtera dengan lilin-lilin kecil yang ada di desa-desa. Nah, lilinnya itu insyaallah Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih,” ucapnya.

Yandri Bantah Isu Pemerintah Tutup Warung Desa

Selain membahas penguatan koperasi, Yandri juga membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai rencana pemerintah menutup warung-warung di desa.

Menurutnya, pemerintah tidak pernah mengeluarkan kebijakan untuk menutup usaha kecil masyarakat.

“Maka kalau ada isu sekarang katanya Menteri Desa, Menko Pangan menutup warung, itu hoaks, bapak, ibu. Karena Menteri Desa dan Menko Pangan tidak pernah bicara akan menutup warung-warung di desa. Justru kita ingin semua bangkit. Itu pesan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Yandri.

Karena itu, Yandri mengajak pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola koperasi, dan masyarakat membangun ekonomi kerakyatan secara bersama-sama.

“Kita ini bukan superman, tapi kita superteam, termasuk dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan,” tegas Yandri.

Pemerintah Siapkan Lebih dari 30.000 Gerai dan Gudang KDMP

Selanjutnya, Yandri menambahkan bahwa pemerintah tengah memfinalisasi lebih dari 30.000 gerai dan gudang KDMP di seluruh Indonesia.

Dengan jaringan tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat desa semakin kuat.

Selain itu, KDMP dapat membantu desa mengelola komoditas lokal, menyerap hasil pertanian, dan mengembangkan produk bernilai tambah.

Pada akhirnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga mendorong kepala desa meningkatkan kemampuan manajerial. Menurutnya, kepala desa perlu mampu mengelola kekayaan daerah dan mengubah potensi desa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Dengan penguatan KDMP tersebut, pemerintah berharap ekonomi desa semakin tumbuh. Di samping itu, program tersebut dapat memperpendek rantai distribusi, meningkatkan nilai tambah komoditas, dan memperluas pemerataan ekonomi di Lampung.

Dengan demikian, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi lembaga ekonomi desa, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.***