ALTUMNEWS.Com, OKU SELATAN — Pencinta wisata alam dan hobi memancing bisa mencoba Pantai Baru di kawasan Danau Ranau, Desa Kota Batu, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan.
Selain menikmati suasana tepian danau, pengunjung bisa memancing ikan air tawar di lokasi tersebut. Bahkan, pemancing dari sejumlah daerah ikut datang untuk mencari ikan sekaligus menikmati suasana alam Danau Ranau.
Amat, seorang pemancing yang tinggal di sekitar kawasan tersebut, bercerita kepada Altumnews.com saat ditemui pada Kamis pagi (17/9/2026). Menurut Amat, para pemancing kini sering memilih Pantai Baru sebagai lokasi untuk melempar kail.
“Iya, ini dijadikan tempat favorit sekarang sama pemancing ini. Kalau lagi airnya nggak surut,” kata Amat.
Air Danau Ranau Sedang Surut
Namun, kondisi Pantai Baru saat ini cukup berbeda. Musim kemarau membuat permukaan Danau Ranau menyusut cukup jauh.
Amat melihat perubahan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, hujan belum rutin turun di kawasan tersebut sehingga air danau terus mengalami penyusutan.
“Ini surut parah jauh ini. Karena musim kemarau kali ya. Udah berapa bulan kita nggak ada musim-musim hujan di sini. Sebulanan ada,” ujarnya.
Meski air danau surut, para pemancing tetap datang. Mereka tetap melempar kail sambil menikmati suasana tepian Danau Ranau.
Karena itu, kondisi air tidak serta-merta menghilangkan daya tarik Pantai Baru bagi para pemancing.
Ikan Nila dan Mujair Jadi Incaran
Sementara itu, pemancing mencari beberapa jenis ikan di kawasan Pantai Baru. Amat menyebut ikan harongan, nila, dan mujair sebagai beberapa jenis ikan yang sering mereka incar.
Bahkan, pemancing bisa mendapatkan ikan dengan bobot hingga sekitar 2 kilogram.
“Kalau untuk pemancing yang sering, ikan harongan sama ikan nila, mujair. Paling besar itu 2 kilo satu ekor,” kata Amat.
Akan tetapi, pemancing tidak selalu membawa pulang ikan dalam jumlah banyak. Hasil tangkapan sangat bergantung pada keberuntungan, kondisi air, serta kemampuan pemancing membaca lokasi.
“Kalau dapat enggaknya, kurang tahu ya, tergantung rezeki kita sebenarnya. Tergantung keberuntungan,” ujar Amat.
Dengan demikian, aktivitas memancing di Pantai Baru tidak hanya mengejar hasil tangkapan. Pemancing juga mencari pengalaman bersantai di alam sambil menikmati pemandangan Danau Ranau.
Pemancing Mengandalkan Lumut hingga Cacing
Untuk memancing ikan, pengunjung bisa membawa berbagai jenis umpan. Mereka dapat menggunakan lumut, cacing, jangkrik, hingga ulat.
Namun, Amat mengatakan pemancing paling sering mengandalkan lumut.
“Pakannya pakai lumut, cacing, jangkrik, ulat itu bisa dipakai. Tapi kebanyakan yang dominan itu lumut,” katanya.
Hasil tangkapan juga berbeda setiap hari. Kadang-kadang seorang pemancing bisa mendapatkan sekitar satu kilogram ikan. Namun, pada hari lain, mereka mungkin hanya membawa pulang sekitar setengah kilogram setelah memancing seharian.
“Ya kalau setiap harinya kalau mancing, kadang dapat orang sekilo, kadang lebih. Ya. Paling kalau seharian itu, ya paling dapat setengah kilo,” ujar Amat.
Karena itu, pemancing perlu menikmati prosesnya. Sambil menunggu ikan menyambar umpan, mereka bisa menikmati suasana tenang di tepian Danau Ranau.
Pemancing Datang dari Liwa, Seblat hingga Sukau
Menariknya, Pantai Baru tidak hanya menarik perhatian pemancing dari sekitar Danau Ranau. Amat melihat pemancing dari sejumlah daerah ikut datang ke lokasi tersebut.
“Pemancing banyak dari luar. Dari Liwa, dari Seblat, dari Sukau,” katanya.
Kedatangan pemancing dari berbagai daerah menunjukkan minat terhadap aktivitas memancing di kawasan Danau Ranau. Mereka rela datang dari luar daerah untuk mencoba peruntungan di tepian danau.
Selain itu, pengunjung juga tidak perlu membayar biaya untuk memancing di Pantai Baru.
Mancing Gratis di Pantai Baru
Salah satu daya tarik Pantai Baru terletak pada biaya aktivitasnya. Pengunjung bisa memancing tanpa membayar tiket khusus untuk aktivitas tersebut.
“Ini gratis buat siapapun. Nggak dipungut biaya apapun. Pokoknya buat destinasi juga lumayan sih,” ujar Amat.
Dengan kondisi tersebut, Pantai Baru menawarkan pilihan wisata sederhana bagi pengunjung yang ingin menikmati alam tanpa mengeluarkan banyak biaya.
Pengunjung cukup membawa alat pancing, umpan, bekal, dan perlengkapan pribadi. Setelah itu, mereka bisa memilih tempat yang nyaman di tepian danau untuk memancing.
Pantai Baru Punya Potensi Wisata Alam
Selain memancing, pengunjung juga bisa menikmati suasana Danau Ranau. Pepohonan, tepian danau, serta aktivitas masyarakat sekitar menciptakan pengalaman wisata yang lebih dekat dengan alam.
Tak hanya itu, aktivitas memancing juga mempertemukan wisatawan dengan masyarakat lokal. Interaksi tersebut memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin melihat sisi lain wisata Danau Ranau.
Amat sendiri berasal dari Jawa. Meski berstatus perantau, dia sudah cukup lama tinggal di kawasan tersebut.
“Saya juga perantau, cuma udah lama lumayan di sini,” tuturnya.
Kisah Amat menunjukkan bahwa aktivitas wisata di sekitar Danau Ranau tidak hanya melibatkan masyarakat asli daerah. Para perantau yang tinggal di kawasan tersebut juga ikut menjalani aktivitas sehari-hari di sekitar danau.
Pada akhirnya, Pantai Baru menawarkan pengalaman wisata yang sederhana. Pengunjung bisa memancing, menikmati suasana alam, sekaligus menghabiskan waktu di tepian Danau Ranau.
Dengan akses memancing gratis dan kedatangan pemancing dari berbagai daerah, Pantai Baru memiliki peluang untuk menarik lebih banyak pencinta wisata alam dan mancing.
Bagi wisatawan yang mencari spot mancing gratis di Danau Ranau, Pantai Baru di OKU Selatan layak masuk dalam daftar tujuan untuk menikmati suasana alam Sumatera Selatan dengan cara yang santai.***





