Pertamina Blokir 8.589 Nopol Kendaraan di Sumbagsel, Terindikasi Langgar Aturan BBM Subsidi

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memperketat pengawasan BBM bersubsidi di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Hingga September 2026, Pertamina memblokir 8.589 nomor polisi (nopol) kendaraan setelah tim pengawas mengidentifikasi transaksi yang terindikasi tidak sesuai dengan ketentuan Program Subsidi Tepat.

Pertamina memantau transaksi secara berkala dan mencocokkan data kendaraan setiap kali konsumen membeli BBM bersubsidi. Tim kemudian memeriksa transaksi yang menunjukkan indikasi penyalahgunaan sebelum mengambil langkah tindak lanjut.

Dari total 8.589 nopol tersebut, Lampung menyumbang jumlah terbanyak dengan 2.793 nopol. Sumatera Selatan menyusul dengan 2.439 nopol, kemudian Bangka Belitung 1.274 nopol, Jambi 1.117 nopol, dan Bengkulu 966 nopol.

Pertamina Soroti Transaksi BBM Subsidi Berulang

Pertamina menaruh perhatian khusus pada transaksi BBM bersubsidi yang berlangsung berulang dan tidak sesuai dengan peruntukan. Tim pengawas memeriksa pola transaksi tersebut melalui sistem dan mencocokkannya dengan data kendaraan.

Setelah proses pemantauan dan verifikasi selesai, Pertamina mengambil langkah sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk memblokir nomor polisi kendaraan pada sistem.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan Pertamina terus mengawasi transaksi BBM bersubsidi untuk menjaga penyaluran subsidi tetap tepat sasaran.

“Kami terus melakukan pengawasan secara berkala terhadap transaksi BBM bersubsidi. Apabila kami menemukan indikasi yang tidak sesuai dengan ketentuan setelah melalui proses verifikasi, kami melakukan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk pemblokiran nomor polisi pada sistem,” ujar Rusminto.

Pertamina Ingatkan Konsumen soal QR Code

Pertamina mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM bersubsidi sesuai peruntukan dan ketentuan. Konsumen juga perlu memastikan data kendaraan pada sistem sesuai dengan kendaraan yang mereka gunakan saat membeli BBM.

Pertamina turut meminta masyarakat tidak menyalahgunakan QR Code pembelian BBM bersubsidi maupun sarana transaksi lainnya.

Pengawasan ini bertujuan menjaga subsidi agar sampai kepada masyarakat yang berhak. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pengawasan di lapangan.

Lampung Catat Pemblokiran Nopol Terbanyak

Dari lima provinsi di wilayah Sumbagsel, Lampung mencatat jumlah pemblokiran nopol terbanyak, yakni 2.793 kendaraan. Sumatera Selatan berada di posisi berikutnya dengan 2.439 kendaraan.

Berikut rincian nopol yang Pertamina blokir hingga September 2026:

  • Lampung: 2.793 nopol

  • Sumatera Selatan: 2.439 nopol

  • Bangka Belitung: 1.274 nopol

  • Jambi: 1.117 nopol

  • Bengkulu: 966 nopol

Pertamina akan melanjutkan pemantauan transaksi dan pengawasan di lapangan untuk menjaga penyaluran BBM subsidi tetap sesuai ketentuan.

Masyarakat yang melihat indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat melapor melalui Pertamina Contact Center 135.***