Dies Natalis ke-47 FT Unila, Mahasiswa Pamerkan Kapal dan Jembatan Tahan 200 Kg

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) menampilkan beragam inovasi mahasiswa dalam rangkaian Dies Natalis ke-47, Sabtu (17/7/2026). Melalui pameran karya teknologi dan rekayasa, mahasiswa memperkenalkan prototipe kapal kendali jarak jauh, model jembatan yang mampu menahan beban hingga 200 kilogram, serta berbagai karya arsitektur dan sampel geologi.

Pameran tersebut menjadi salah satu daya tarik kegiatan jalan sehat Dies Natalis Fakultas Teknik Unila. Selain mempererat silaturahmi antara sivitas akademika dan alumni, kegiatan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil pembelajaran dan pengembangan teknologi kepada masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Ir. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., turut menghadiri kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung Ir. M. Taufiqullah, S.T., M.T., Sekretaris Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Hermawan, S.T., M.T., serta jajaran pimpinan Unila, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan mahasiswa.

Mahasiswa Teknik Unila Pamerkan Kapal Kendali Jarak Jauh

Salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung berasal dari mahasiswa Teknik Elektro melalui Tim Akasha Universitas Lampung. Mereka memperkenalkan dua prototipe kapal yang sebelumnya tampil dalam Kontes Kapal Indonesia di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau.

Prototipe pertama menggunakan sistem Full Engineering Remote Control (ERC). Kapal ini mengandalkan mesin pembakaran dalam tipe dua langkah atau 2-tak dengan bahan bakar bensin.

Sementara itu, prototipe kedua memakai sistem Electric Remote Control (E-RC). Kapal tersebut menggunakan motor listrik sebagai penggerak dan baterai sebagai sumber energi.

Kedua prototipe itu memperlihatkan penerapan ilmu teknik dalam perancangan teknologi perkapalan. Perbedaan sistem penggerak juga menunjukkan dua pendekatan pemanfaatan energi untuk kendaraan air kendali jarak jauh.

Melalui karya tersebut, mahasiswa memperkenalkan proses pengembangan teknologi yang menggabungkan perancangan mekanis, sistem penggerak, dan kendali elektronik.

Jembatan Garuda Cita Mampu Menahan Beban hingga 200 Kilogram

Dari bidang Teknik Sipil, mahasiswa Universitas Lampung memamerkan Jembatan Garuda Cita. Karya Sandya Team tersebut sebelumnya mengikuti Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2025 di Universitas Negeri Yogyakarta.

Tim merancang jembatan dengan konsep suspension arch bridge, yakni struktur yang menggabungkan bentuk pelengkung dengan elemen kabel. Desain ini memanfaatkan karakter struktur untuk menahan gaya tekan dan mendistribusikan beban.

Berdasarkan data pengujian yang disampaikan tim, model Jembatan Garuda Cita mampu menahan beban hingga 200 kilogram dengan lendutan sekitar 7–8 milimeter. Jembatan tersebut memiliki panjang 3.000 milimeter dan lebar 580 milimeter.

Angka pengujian itu memperlihatkan bagaimana mahasiswa menerapkan teori teknik sipil dalam rancangan yang dapat diuji secara terukur. Melalui proses tersebut, mereka mempelajari kekuatan struktur, distribusi beban, dan evaluasi kinerja jembatan.

Kehadiran Jembatan Garuda Cita dalam pameran Dies Natalis Fakultas Teknik Unila juga memperkenalkan proses rekayasa yang melibatkan perencanaan, pembuatan model, dan pengujian.

Karya Arsitektur Angkat Rumah Tradisional Lampung

Mahasiswa Jurusan Arsitektur turut memamerkan maket, poster, dan karya nirmana sebagai hasil pembelajaran desain. Karya-karya tersebut memperlihatkan perkembangan kemampuan mahasiswa, mulai dari tahap awal perkuliahan hingga tingkat akhir.

Sejumlah maket mengangkat bentuk rumah tradisional Lampung, seperti rumah Nuo dan Lamban Pesagi. Melalui rancangan tersebut, mahasiswa mengeksplorasi konsep ruang, bentuk bangunan, dan karakter arsitektur lokal.

Selain maket, pengunjung dapat melihat poster yang berkaitan dengan mata kuliah Sejarah Arsitektur serta karya nirmana untuk pembelajaran Estetika Bentuk. Beberapa karya nirmana menggunakan kanvas sebagai media ekspresi visual.

Mahasiswa juga menampilkan rancangan kursi yang mengutamakan nilai estetika. Berbagai karya ini menunjukkan bahwa pembelajaran arsitektur tidak hanya membahas fungsi bangunan, tetapi juga mempertimbangkan budaya, keindahan, dan kreativitas desain.

Mahasiswa Geofisika dan Geologi Kenalkan Sampel Batuan

Pameran mahasiswa bidang Geofisika dan Geologi menghadirkan berbagai sampel batuan dan material bumi. Koleksi tersebut membantu pengunjung mengenali karakteristik material serta proses pembentukan batuan.

Sampel yang ditampilkan meliputi batu bara, batuan pirit, batuan beku, dan mineral kuarsa. Pameran ini juga menghadirkan sampel batuan dari PT Freeport Indonesia serta media pembelajaran tentang struktur lapisan bawah permukaan bumi.

Melalui peragaan tersebut, mahasiswa memperkenalkan dasar ilmu kebumian sekaligus penerapannya dalam eksplorasi dan kajian sumber daya alam. Pengunjung juga dapat melihat bagaimana sampel fisik membantu proses pembelajaran geologi.

Kehadiran koleksi ini melengkapi ragam inovasi yang ditampilkan mahasiswa Fakultas Teknik Unila, mulai dari teknologi perkapalan dan rekayasa struktur hingga desain arsitektur dan ilmu kebumian.

Dies Natalis ke-47 FT Unila Perkuat Kolaborasi dan Inovasi

Rangkaian jalan sehat dan pameran karya mahasiswa menjadi momentum bagi Fakultas Teknik Unila untuk mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, alumni, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Beragam karya yang dipamerkan juga memperlihatkan penerapan ilmu yang mahasiswa pelajari di ruang kuliah. Mereka mengembangkan gagasan melalui proses perancangan, pembuatan prototipe, penelitian, dan kompetisi.

Selain merayakan perjalanan fakultas, Dies Natalis ke-47 membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan potensi dan hasil karya mereka kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran pendidikan tinggi teknik dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kemampuan rekayasa.

Melalui pameran tersebut, Fakultas Teknik Unila menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis praktik. Pendekatan ini mendorong mahasiswa menguji gagasan, mengevaluasi hasil rancangan, dan mengembangkan solusi teknik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi.