ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – SD Fransiskus 2 Rawa Laut Bandar Lampung terus mendorong kreativitas dan pembentukan karakter siswa melalui Ajang Kreativitas, Keterampilan, Seni Budaya, dan Implementasi 8 Dimensi Profil Lulusan (AKKSI) In Collaboration with Fransiskus Day (FRANSIPA) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (23/10/2026) ini menghadirkan pentas seni sekaligus memberi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.
Acara berlangsung di halaman sekolah mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Para orang tua turut hadir untuk memberikan dukungan dan menyaksikan penampilan anak-anak mereka.
Melalui AKKSI FRANSIPA 2026, sekolah ingin membantu siswa membangun kepercayaan diri, mengasah keterampilan, dan mengembangkan potensi sesuai minat masing-masing.
Kepala SD Fransiskus 2 Rawa Laut Bandar Lampung, Sr. M. Paulis, FSGM, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap perkembangan bakat dan minat siswa. Tahun ini, sekolah juga merangkaikan acara tersebut dengan peringatan 800 tahun Yubelium Santo Fransiskus Assisi.
“Puji Tuhan, malam ini kami menyelenggarakan kegiatan apresiasi AKKSI FRANSIPA dan juga merayakan 800 tahun Yubelium Santo Fransiskus Assisi. Kami rayakan dengan segala kegiatan yang mengapresiasi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan minat melalui pentas seni,” ujar Sr. Paulis kepada Altumnews.com, seusai acara.
Guru Dampingi Siswa Berlatih Selama Dua Minggu
Di balik penampilan siswa dalam AKKSI FRANSIPA 2026, para guru menjalani proses pendampingan dan latihan selama dua minggu. Mereka membantu anak-anak mempersiapkan penampilan sekaligus melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian tampil di depan publik.
Sr. Paulis mengapresiasi kerja keras para guru yang mendampingi siswa selama persiapan. Ia juga berterima kasih kepada orang tua yang terus mendukung program sekolah.
“Terima kasih para orang tua sudah mendukung dan berkolaborasi dengan baik. Terima kasih juga kepada dewan guru yang luar biasa, yang telah berjerih lelah mengusahakan dan melatih anak-anak kita dalam waktu dua minggu saja,” katanya.
Proses latihan memberi pengalaman berharga bagi siswa. Mereka belajar mengelola rasa gugup, mengikuti arahan, bekerja sama dengan teman, dan menyelesaikan persiapan hingga hari pertunjukan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kegiatan seni tidak hanya menghadirkan hiburan. Sekolah juga dapat memanfaatkan pentas seni untuk melatih keterampilan sosial dan menumbuhkan rasa percaya diri anak.
SD Fransiskus 2 Bandar Lampung Perkuat Pendidikan Karakter
Selain mengembangkan kreativitas, SD Fransiskus 2 Rawa Laut Bandar Lampung terus menanamkan pendidikan karakter dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Sr. Paulis menjelaskan bahwa sekolah mendorong siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang cakap, cerdas, unggul, dan berkarakter. Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah mengacu pada Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan delapan profil lulusan, sekaligus mengembangkan nilai-nilai khas pendidikan Fransiskus.
Sekolah menanamkan nilai cinta kasih Allah yang penuh kerahiman, kecerdasan, kejujuran, toleransi, dan disiplin. Para guru mengajak siswa menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan belajar maupun interaksi sehari-hari.
AKKSI FRANSIPA 2026 turut mendukung tujuan tersebut. Saat mengikuti latihan dan pentas, siswa belajar menghargai usaha teman, menaati aturan, serta bertanggung jawab atas peran masing-masing.
Dengan pendekatan ini, sekolah menghubungkan pengembangan bakat dengan pembentukan kepribadian. Siswa tidak hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi juga belajar membangun sikap positif dalam kehidupan bersama.
Dukungan Orang Tua Perkuat Keberhasilan AKKSI FRANSIPA 2026
Kehadiran orang tua menjadi bagian penting dalam pelaksanaan AKKSI FRANSIPA 2026. Dukungan keluarga membantu siswa menjalani proses latihan dengan semangat dan memberi mereka keberanian untuk tampil di hadapan penonton.
Sr. Paulis mengapresiasi kerja sama orang tua, guru, karyawan, dan tenaga kependidikan yang mendukung kelancaran acara.
Kolaborasi sekolah dan keluarga memegang peranan penting dalam perkembangan anak. Guru membantu siswa mengasah keterampilan di lingkungan sekolah, sedangkan orang tua memberikan dukungan dan dorongan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika kedua pihak bekerja sama, anak memiliki kesempatan lebih besar untuk mengeksplorasi minat, menghadapi tantangan, dan mengembangkan kemampuan secara bertahap.
Sr. Paulis mengaku bersyukur karena kegiatan berjalan lancar dan memberi kebahagiaan bagi para siswa.
“Terima kasih Tuhan, semuanya berjalan dengan sukses. Anak-anak juga bahagia, merasa dikembangkan seluruh bakat dan minatnya, juga karakternya,” tuturnya.
Yubelium Santo Fransiskus Assisi Tambah Makna AKKSI FRANSIPA
AKKSI FRANSIPA 2026 juga menghadirkan makna spiritual melalui peringatan 800 tahun Yubelium Santo Fransiskus Assisi. Momentum ini mengajak keluarga besar SD Fransiskus 2 Rawa Laut untuk terus menghidupi nilai kasih, kejujuran, toleransi, dan disiplin.
Sekolah memadukan kegiatan seni dan keterampilan dengan upaya membangun karakter siswa. Melalui pengalaman tersebut, anak-anak memperoleh kesempatan untuk berkarya, menjalin kebersamaan, dan belajar menghargai proses.
Bagi SD Fransiskus 2 Bandar Lampung, pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Sekolah juga mendorong siswa untuk mengenali potensi, berani mencoba hal baru, dan membangun sikap positif.
AKKSI FRANSIPA 2026 menjadi salah satu wujud komitmen sekolah dalam mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Dengan pendampingan guru dan dukungan orang tua, sekolah berharap anak-anak terus mengasah kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, dan tumbuh menjadi generasi yang terampil serta berkarakter. ***





