ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Gereja Maria Ratu Damai Teluk Betung menunjukkan semangat persaudaraan dengan warga sekitar.
Kali ini, gereja meminjamkan lahan parkir untuk hajatan warga. Langkah tersebut menjadi contoh nyata toleransi antarumat beragama.
Warga RT 17, Lingkungan 1, Kelurahan Pesawahan, memanfaatkan lahan itu. Ustad Ahyani meminta izin untuk menggelar resepsi pernikahan putrinya.
Putri Ahyani, Eka Nur Fatiyah, akan menikah dengan Munawir Al Fajar. Resepsi pernikahan berlangsung pada Kamis, 7 Maret 2019.
Gereja Beri Izin untuk Hajatan Warga
Ahyani menyampaikan permintaan tersebut sekitar satu pekan sebelum acara. Ia lebih dulu berbicara dengan Pur, koster Gereja Maria Ratu Damai.
Selanjutnya, Pur menyampaikan permintaan itu kepada Romo Apol. Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai, Romo Apolonius Basuki, kemudian memberikan izin.
“Saya menyampaikan pada Mas Pur (koster Ratu Damai), dan Mas Pur menyampaikan pada Romo Apol. Alhamdulillah beliau memperbolehkan,” kata Ahyani di lokasi parkir, Rabu malam, 6 Maret 2019.
Namun, Romo Apol memberikan satu syarat. Ahyani tidak boleh menggunakan lahan tersebut pada Sabtu dan Minggu.
“Karena ada Misa,” lanjut Ahyani.
Warga Apresiasi Sikap Gereja
Kepala Lingkungan 1, RT 17 Kelurahan Pesawahan, Muslich, mengapresiasi sikap Gereja Maria Ratu Damai.
Menurutnya, hubungan warga dengan gereja berjalan baik. Kondisi tersebut juga memperkuat toleransi di lingkungan sekitar.
“Kita enjoy, toleransi terjaga dengan baik di lingkungan kami,” kata Muslich.
Selain itu, Muslich menilai kedekatan gereja dengan warga ikut membangun hubungan harmonis. Ia menyebut Romo Apol sering mengunjungi rumah warga di sekitar gereja.
“Romo Apol itu sering blusukan sana-sini di rumah-rumah warga sekitar. Jadi keakraban dengan masyarakat sini terjalin baik,” ujarnya.
Romo Apol Ikut Bantu Persiapan Resepsi
Sementara itu, Romo Apol menyempatkan diri bertemu panitia dan keluarga Ahyani. Ia datang bersama Romo Roy pada Rabu malam, 6 Maret 2019.
Keduanya datang setelah Romo Apol memimpin Misa Rabu Abu. Mereka kemudian berbincang bersama keluarga dan panitia resepsi.
Menurut Romo Apol, kegiatan tersebut mencerminkan persaudaraan gereja dengan masyarakat. Ia menilai gereja merupakan bagian dari kehidupan warga sekitar.
“Kita adalah bagian dari masyarakat. Jadi persaudaraan harus terjalin dengan baik,” katanya.
Bahkan, Romo Apol ikut membantu persiapan resepsi. Ia bersama Romo Roy membantu menyusun kursi di lokasi acara.
Dengan demikian, lahan parkir Gereja Maria Ratu Damai tidak hanya menjadi fasilitas gereja. Lahan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan bagi warga.
Kisah Ahyani menunjukkan bahwa toleransi dapat tumbuh melalui tindakan sederhana. Gereja dan masyarakat dapat saling membantu tanpa melihat perbedaan agama.***





