Hadapi Libur Nataru, KAI Divre IV Siapkan 71.208 Tiket

0
97
Kepala PT KAI Divisi Regional (Ka Divre) IV Tanjungkarang, Sulthon Hasanudin bersama Manager Humas Sapto Hartoyo.

ALTUMNEWS.com, BANDARLAMPUNG — Memasuki Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) PT KAI Divre IV Tanjungkarang memprediksi puncak lonjakan penumpang terjadi pada arus mudik 22 Desember, sementara arus balik di prediksi pada 5 Januari 2020.

Deffi Patra Jaya, Manajer Angkutan dan Fasilitas Divre IV Tanjungkarang mengatakan kenaikan jumlah penumpang telah terjadi mulai hari ini, Kamis, 19 Desember 2019, hingga 18 hari ke depan.

Untuk menyambut libur Nataru ini, PT KAI Divre IV Tanjungkarang menyiapkan 71.208 tiket penumpang. Hingga saat ini tiket telah terjual 60% dari total tiket yang disediakan.

“Dengan prediksi kenaikan penumpang mencapai 2%. Sampai saat ini, tiket yang tersedia sudah habis 60%. Untuk semua tiket berlaku harga normal,” ujar Deffi, Kamis, 19 Desember 2019 di Stasiun Tanjungkarang Bandar Lampung.

Dia melanjutkan, karena kenaikan penumpang ini, setiap perjalanan kereta penumpang mendapatkan penambahan tiga gerbong atau penambanhan 180 kursi per perjalanan.

Dari total kapasistas per hari yang reguler 2.500 penumpang, untuk musim libur ini mencapai 3.950 penumpang per harinya.

Kadivre IV PT KAI Tanjungkarang Sulthon Hasanudin menyebut, jumlah kereta api penumpang setiap libur Nataru memang mengalami peningkatan.

“Karena diprediksi dan pengalaman kami Nataru ada peningkatan penumpang, maka kami meningkatkan pelayanan dengan jumlah pegawai yang siaga. Untuk peningkatan penumpang secara nasional mencapai 4%,” ujar Sulthon kepada awak media.

Pihaknya juga melakukan beberapa antisipasi terutama soal keamanan penumpang dan keselamatan selama perjalanan. Diakui Sulthon, untuk keamanan dari kriminalitas Lampung cukup kondusif.

“Alhamdulillah di Lampung ini situasi kondusif ya enggak ada laporan yang aneh-aneh. Dalam enam bulan paling hanya soal disiplin, karena merokok di dalam kereta. Untuk kriminalitas di stasiun sejauh ini aman,” sambungnya.

BACA JUGA:  Pertamina Mulai Salurkan B30, BBM Ramah Lingkungan

Untuk lebih memberikan rasa aman bagi pengguna jasa KA, selama angkutan Nataru, Divre IV menyiapkan 365 personil keamanan yang terdiri dari 63 personel Polsuska, 272 personel satpam, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 30 personel.

Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, di stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan dipo kereta.

Selain itu, PT KAI juga mencatat ada beberapa titik rawan bencana, baik longsor maupun tanah bergerak. Daerah-daerah rawan tersebut antara lain satu titik rawan longsor di KM 167+300 s.d 168+800 antara Way Tuba-Negeri Agung, untuk daerah rawan amblas ada dua titik di km 208+700/800 antara Gilas-Martapura dan KM 212+800/900 antara Gilas-Spancar.

“Untuk mengatasi kalau terjadi bencana alam, Divre IV telah menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) berupa satu unit gerbong yang berisi batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel, pada titik-titik yang telah ditentukan,” tambah Sulthon.

Termasuk pada daerah rawan pergerakan tanah. Nantinya untuk daerah yang rawan pergeseran tanah karena banyak topografi tanah yang bergerak, PT KAI akan melakukan pengukuran jalur yang dilewati kereta.

“Jadi setiap ada perlewatan kereta akan diukur geometrinya,” pungkasnya.***

Editor : Robert

Facebook Comments