oleh

Di tengah Pandemi Covid-19, Uskup Keuskupan Tanjungkarang Imbau Komunitas Religius dan Tokoh Umat untuk Tidak Melakukan Open House Saat Merayakan Natal

ALTUMNEWS.com, BANDARLAMPUNG — Uskup Tanjungkarang Mgr. Yohanes Harun Yuwono memberikan imbauan tentang pelayanan Pastoral Masa Adven 2020 dan Perayaan Natal 25 Desember 2020 mendatang kepada para para imam, biarawan-biarawati dan seluruh umat Allah di Keuskupan Tanjungkarang.

Imbauan Uskup Tanjungkarang dengan Nomor 089/JC/XI/2020 yang diterima Altumnews.com, Senin (30/11/2020).

Dalam surat imbuan itu, Uskup Harun mengatakan, sudah sejak awal tahun ini kita menghadapi pandemi Covid-19, berbagai usaha dan upaya telah dilakukan oleh Pemerintah dan Gereja guna mumutus rantai penyebaran Covid-19 dan menjaga kita dari wabah ini. Atas semua itu kita memberikan apresiasi mendalam.

Tanggal 20 Maret 2020 Keuskupan Tanjugkarang telah mengeluarkan “Ketentuan Pastoral Keuskupan Tanjungkarang Tentang Ibadah Gereja Selama Masa Darurat Covid-19. Hal ini diteruskan dengan surat keputusan pada bulan Juni 2020 mengenai Penetapan Booklet Petunjuk Praktis Tatanan Normal Baru Pelayanan Gereja di Keuskupan Tanjungkarang: Berdamai dengan Covid-19 Pekayanan Sakramental dan Administratif. Dengan ini jelaslah bahwa keselamatan sesama menjadi tanggung jawab bersama.

Karena itu, kata Uskup Harun, mendekati perayaan Kelahiran Sang Juru Selamat, Natal 2020 ini, kami menegaskan kembali apa yang sudah ditetapkan oleh Keuskupan Tanjungkarang sebagaimana disebutkan di atas. Maka, Perayaan Natal tahun ini hendaknya tetap dilaksanakan dengan ketentuan yang sama seperti ditetapkan dalam Booklet tersebut. Bagi Paroki dan Gereja yang memungkinkan Perayaan Natal dilaksanakan lebih baik, hendaklah perayaan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan kebijakan Pemerintah Daerah serta Gugus Tugas Pandemi Covid-19 setempat.

“Kami juga mengimbau bagi saudara-saudari yang pulang ke keluarga dan kampung halaman dalam rangka libur Natal dan Tahun Baru. Semoga Anda sekalian bijaksana dengan menghormati kebijakan sosial dan kebijakan Gereja dimana anda berada. Patuhilah itu demi keselamatan anda, keluarga anda, dan orang-orang di sekitar keluarga anda,” ucap Uskup Harun.

Tanpa mengurangi rasa syukur kita atas Hari Raya Kelahiran Sang Penebus lanjut Uskup Harun, dan tanpa mengurangi nilai luhur persaudaraan sosial dengan semua orang yang berkehendak baik, adalah sangat bijaksana jika komunitas-komunitas religius dan para tokoh umat beriman tidak mengadakan open house.

“Mari kita tetap menciptakan suasana kondusif memutus rantai penyebaran Covid-19 agar di masa depan kita dapat hidup bersama lebih baik,” pungkas Uskup Harun.***

Editor : Robertus Bejo

 

Komentar

News Feed