oleh

CCEP Indonesia Gandeng DPP APINDO Lampung Gelar Pelatihan Kewirausahaan

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Coca-Cola Europacifik Partner dan DPP APINDO Lampung membangun optimisme para pelaku UMKM di masa pandemic, seperti yang kita ketahui dampak pandemic telah merubah peta jalan ekonomi diberbagai lapisan usaha baik mikro, kecil, menengah dan bahkan usaha besar tidak hanya di Indonesia tapi diberbagai belahan dunia.

“Diperlukan cara cerdas untuk bisa terus bertahan karena perubahan yang terjadi begitu sangat cepat memaksa kita untuk melakukan akselerasi terhadap perubahan dengan melakukan adaptasi, inovasi dan bahkan kolaborasi agar bisa mendorong UMKM yang tangguh dan terus tumbuh inilah yang melatar belakangi DPP APINDO Lampung bekerjasama dengan Coca-Cola Europacific Partners,” ungkap Ketua DPP Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian dalam sabutannya (10/02/2021).

Pelatihan Kewirausahaan seri yang diselenggarakan di Galeri UMKM DPP Apindo Lampung Jl Sumantri Brodjonegoro, jalur dua kampus UNILA – Bandar Lampung. Pelatihan dengan tema “Strategi Pemasaran Digital Untuk UMKM” ini, menghadirkan Rajiev Dewangga CEO Edukasi 4.0 dan Owner Honey To The Bee Jakarta, Deki Andika.

CEO Edukasi 4.0, Rajive Dewangga, mengatakan pemasaran digital terbukti sangat membantu dan memudahkan pelaku UMKM untuk memberikan informasi dan berinteraksi secara langsung dengan konsumen. Kemudian, memperluas pangsa pasar, meningkatkan awareness, serta meningkatkan penjualan produk.

“Keberhasilan suatu produk dari hasil digital marketing yang paling dasar itu bisa diukur dari pendapatan profit via Google. Instagram dan Facebook adalah suatu hal yang kini wajib dimiliki UMKM. Setelah itu dapat memanfaatkan marketplace. Lalu yang paling bawah yaitu website,” kata Rajive Dewangga,

Owner Honey To The Bee, Deki Andika, menekankan strategi pemasaran digital yang digunakan untuk memperluas jaringan tak cukup hanya melalui sosial media dan marketplace. Website dinilai menjadi hal yang sangat penting dan wajib dimiliki pelaku UMKM sebagai bentuk identitas suatu produk.

BACA JUGA:  Pemancing yang Hilang di Sungai Way Pangubuan Ditemukan Meninggal

“Idealnya yang paling wajib bagi UMKM adalah memiliki website. Sedangkan kalau kita hanya taruh di marketplace saingan varian di produk kita akan sangat banyak,” kata Deki yang memiliki usaha penjualan kue di Jakarta.

Deki menambahkan dalam paparannya, pemilihan nama produk merupakan hal yang tak kalah penting karena identitas menjadi segalanya. Dari segi pengemasan pun perlu diperhatikan.

“Packaging itu tidak hanya menarik, karena ini merupakan suatu benda yang ketika siapa pun menerima produk kita, itu akan selalu ingat tentang produk atau brand tersebut,” ujar dia.

“Zaman sekarang masyarakat membeli suatu produk melalui mata, bukan atas apa yang mereka dengar. Foto produk itu nomor satu, harus cerdas memahami foto yang baik itu seperti apa,” kata dia.

Ketua DPP APINDO Lampung berpesan UMKM dapat menjadi salah satu penopang perekonomian lokal.

“Untuk itu UMKM seharusnya diberikan banyak pelatihan dan pendampingan agar bisa terus maju menjadi UMKM yang tangguh dan terus tumbuh,” kata dia.***

Editor : Robertus Bejo

Komentar

News Feed